Fungsi Tubulus Seminiferus dan Epididimis

Posted on

Fungsi Tubulus Seminiferus dan Epididimis – Tubulus seminiferus dan epididimis merupakan organ reproduksi yang terdapat di dalam pria. Seluruh pria memiliki kedua oragan tersebut. Keduanya memiliki fungsi dan juga peran pentingnya masing-masing dalam reproduksi pria. Termasuk mengatur bagaimana proses dan juga berjalannya reproduksi pria. Ketika reproduksi pria berjalan dengan tidak sempurna, maka akan terjadi banyak sekali gangguan yang tentunya memberikan dampak yang kurang sehat untuk kondisi reproduksi. Apabila reproduksi terganggu maka memperoleh keturunan menjadi tidak bisa terjadi. Sistem reproduksi yang berfungsi secara baik dan sempurna merupakan kunci utama dari  terciptanya keturunan yang baik. Jadi sistem reproduksi merupakan sistem yang memiliki fungsi cukup vital pada organ tubuh manusia. Setidaknya ada beberapa fungsi tubulus seminiferus dan epididimis yang harus anda ketahui agar bisa menjaganya dengan benar.

Tubulus seminiferus memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya  spermatogenesis. Maksudnya adalah organ ini memiliki fungsi untuk terjadinya proses pembentukan sperma. Sperma akan dibentuk dan dijaga supaya memiliki kualitas yang baik. Di dalam tubulus ini, ada sel yang berfungsi untuk memberikan nutrisi penting untuk sperma supaya sperma dapat tumbuh sehat dan normal. Bukan hanya itu saja peranan tubulus, tubulus seminiferus memiliki fungsi juga sebagai salah satu organ yang memperoduksi hormon testosteron. Hormon inilah yang berfungsi penting dalam proses reproduksi. Epididimis memiliki peranan sebagai lokasi penyimpanan sperma. Epididimis berlokasi di tuba yang terlilit sepanjang 4-6 meter yang berlokasi di sepanjang posterior testis. Organ ini memiliki fungsi untuk mematangkan sperma yang terbentuk. Pada saat proses pembentukan sperma, sperma akan mengalami beberapa fase. Diantaranya adalah fase pamatangan. Fase pematangan ini memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam proses reproduksi. Jika sperma yang dikeluarkan dalam kondisi prematur maka kualitas dan juga ketahanan untuk proses pembuahannya sama sekali tidak akan diperoleh. Sperma akan mudah mati ketika proses pembuahan. Sehingga proses terjadinya pembuahan tidak akan pernah terjadi jika menggunakan sperma dengan kualitas kurang bagus terutama yang masih belum matang.

Fungsi setiap organ reproduksi memang cukup penting. Terutama untuk proses reproduksi. Sperma pada organ reproduksi pria diharuskan memiliki tingkat ketahanan yang cukup baik. Jika sperma yang diproduksi tidak memiliki kualitas baik, maka proses pembuahan sama sekali tidak akan perrnah terjadi.

fungsi tubulus seminiferus dan epididimis yang sangat penting inilah yang membuat kegiatan pembuahan sel telur bisa dilakukan dengan baik. Tentunya berkat kualitas sel sperma yang diproduksi. Sel sperma yang matang sempurna disertai dengan kualitas nutrisi sel sperma yang terjaga dengan baik tentunya membuat proses pembuahan berjalan dengan lancar. Jadi memastikan bahwa kedua organ reproduksi tersebut berfungsi dengan maksimal tentunya menjamin bahwa kegiatan pembuahan sel telur bisa dilakukan dengan baik dan sempurna.

Artikel Lainnya :

Loading...