Ciri-ciri Hewan Avertebrata Beserta Penjelasannya

Ciri-ciri Hewan Avertebrata

Hai sobat baca semua, dalam kehidupan sehari hari kita tidak mandiri sebagai mahluk hidup, melainkan kita hidup beredampingan dan saling membutuhkan antar satu dengan yang lainnya, karena pada hakikatnya mahluk hidup terbagi menjadi tiga, yaitu manusia, hewan, dan tumbuh tumbuhan.

Pernahkah kalian mendengar istilah hewan avertebrata dan hewan vertebrata ? Seperti kita pernah pelajari sebelumnya mungkin disekolah atau dimanapun jika ternyata bahwa hewan dibagi menjadi dua jenis, yaitu avertebrata dan vertebrata, tetapi sekarang kita hanya membahas avertebrata. Apa binatang avertebrata ini? Ayo, lihat fitur dan penjelasan di bawah ini.

Secara umum, karakteristik hewan avertebrata dan vertebrata masih dari kelas yang sama, dengan hanya menyebutkan istilah yang berbeda. Ciri-ciri avertebrata dan vertebrata yang paling terkenal adalah dua jenis hewan yang tidak memiliki tubuh vertebra.

Ketika kita belajar untuk memahami avertebrata dan vertebrata, kita sekarang akan terus mendiskusikan karakteristik mereka. Di bawah ini adalah karakteristik avertebrata dan penjelasannya, yang dapat menyederhanakan identifikasi jenis-jenis hewan ini sehingga mereka dapat menggunakannya.

Berikut Ciri Ciri Hewan Avertebrata Dan Penjelasannya

1. Bingkai terletak di luar bingkai

Pada prinsipnya, setiap hewan memiliki struktur tubuh yang memiliki fungsi melindungi organ-organ tubuh di dalamnya dan juga memberi bentuk. Pada saat yang sama, pada avertebrata, kerangka tubuh keluar dari tubuh, atau disebut kerongkongan. Bagian luar tubuh cenderung memiliki konsistensi lunak, dan beberapa hewan avertebrata mengalami perubahan dalam proses kulit sehingga tubuh dapat ditinggalkan keluar dari tubuh.

2. Sistem saraf di bawah saluran pencernaan

Sifat lain dari avertebrata adalah bahwa sistem saraf terletak di dekat bagian bawah saluran pencernaan. Juga, sel-sel saraf avertebrata memiliki diameter kurang dari 0,2 milimeter dan ketebalan 0,01 milimeter serabut saraf yang panjang, menghasilkan komposisi saraf kecil. struktur sel-sel saraf dalam sistem saraf hewan terdiri dari akson, kepala akson, dan tubuh sel. Pada saat yang sama, mekanisme sistem saraf avertebrata masih cukup sederhana, karena avertebrata ini adalah hewan yang tubuhnya masih relatif sederhana dibandingkan dengan hewan tingkat tinggi lainnya.

3. Memiliki Sistem Sirkulasi Khusus

Secara umum, beberapa hewan avertebrata memiliki sistem sirkulasi yang berbeda dari kebanyakan hewan saat ini. Sistem peredaran darah ini adalah kemampuan tubuh untuk mengendalikan avertebrata, yang bertanggung jawab untuk mengatur aliran materi dan cairan dalam tubuh.

Pada saat yang sama, avertebrata dapat melakukan beberapa cara untuk menjelaskan sistem peredaran darah:

Difusi adalah aliran zat yang mengandung pelarut pada konsentrasi tinggi dengan konsentrasi lebih rendah.
Aliran sitoplasma adalah proses avertebrata dalam tubuh hewan yang mendistribusikan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

4. Sel Yang Multiseluler

Avertebrata memiliki sel multiseluler, yang terletak di bagian yang sangat besar dari tubuh avertebrata ini. Banyaknya sel dalam tubuh avertebrata dikhususkan sedemikian sehingga beberapa sel avertebrata memiliki fungsi yang berbeda di setiap sel.

5. Simetri Tubuh Bilateral Dan Radial

Simetri tubuh adalah bentuk tubuh yang memiliki hasil operasi yang sama ketika dibagi menjadi beberapa bagian, simetri bilateral adalah bentuk tubuh avertebrata di depan, atau yang biasa disebut bagian depan dan belakang dan umumnya disebut punggung yang sama. . Simetri tubuh radial adalah hewan avertebrata dengan bagian atas atau yang disebut. Bagian belakang dan bawah disebut ventral yang sama.

6. Sistem Eskresi Yang Sederhana

Sistem ekskresi hewan adalah kemampuan tubuh hewan untuk mengatur zat-zat dalam tubuh dan menyimpan atau kemudian mengeluarkannya dari tubuh. Sistem ekskresi avertebrata masih dianggap sangat sederhana dan ada beberapa sistem ekskresi avertebrata yang dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Berikut ini adalah sistem sekresi yang ditemukan pada avertebrata.

  • Planar atau Platyyhelmintes: Gunakan sel api sebagai sistem sekretori
  • Cacing : Menggunakan Nephidium sebagai sistem sekretori.
  • Arthropoda: Tabula atau Malpighi adalah sistem ekskresi hewan-hewan ini.
  • Porifera: tidak ada sistem ekskresi
  • Celerate: Ini juga tidak memiliki sistem sekresi
  • Annelida: Menggunakan saluran nephrid untuk sistem ekskresi.

Demikianlah sobat baca semua pelajaran kita pada kesempatan ini mengenai hewan avertebrata, semoga kelak ini dapat menjadi referensi kalian semua jika membahas terkait dengan ulasan kita kali ini, teruslah menambah ilmu pengetahuan dengan cara belajar, karena sekali lagi tak ada kata terlambat untuk belajar.

Terus ikuti artikel kami yang lainnya tentu saja dengan pembahasan yang semakin menarik lagi, dengan kemasan tulisan sedemikian rupa agar mudah untuk kalian mengerti, harapan kami agar ini dapat bermanfaat untuk kalian terimakasih dan sampai jumapa kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *