Hormon apa yang disekresikan oleh neurohypohysis apa perannya dalam metabolisme?

Hormon apa yang disekresikan oleh neurohypohysis apa perannya dalam metabolisme?

Hormon-hormon neurohipofisis (Lobus posterior hipofisis) sebenarnya disintesis di hipotalamus oleh sel-sel neurosekretaris, oleh karena itu disebut hormon neurohipofisis. Setelah sekresi, hormon mencapai lobus posterior hipofisis melalui jalur saraf. Hormon-hormon ini ­disimpan di neurohypophysis sebelum dilepaskan ke sirkulasi.

Neurohipofisis mengeluarkan dua hormon yaitu vasopresin dan oksitosin.

Vasopresin:

Ini juga dikenal sebagai hormon antidiuretik (ADH) dan menyebabkan reabsorpsi air ke dalam darah dari saluran pengumpul ginjal. Secara kimiawi ADH adalah rantai protein yang terdiri dari 8 asam amino. Berikut ini adalah fungsi ADH

  1. Berperan penting dalam keseimbangan air (osmoregulasi) tubuh. Ketika isi cairan tubuh menjadi sangat pekat, ADH disekresikan. Ini mencapai ginjal melalui kapiler darah di mana ia meningkatkan permiabilitas tubulus sehingga sebagian besar air diserap kembali ­dan urin menjadi pekat dengan pengurangan volume.
  2. Hormon ini mempertahankan konsentrasi osmotik plasma darah yang tepat.
  3. Hormon dihancurkan segera setelah fungsinya selesai dan dikeluarkan bersama urin.
  4. Memiliki peran dalam pemeliharaan tekanan darah. Sekresi hormon ini semakin meningkat selama perdarahan.
  5. Alkohol menghambat sekresi ADH sehingga menyebabkan diuresis.
  6. Sekresi ADH yang tidak mencukupi menyebabkan diuresis atau diabetes insipidus. Orang-orang seperti itu mengkonsumsi air dalam jumlah besar untuk mengkompensasi kehilangan air yang berlebihan saat buang air kecil.

Oksitosin (Pitocin):

Istilah oksitosin dalam bahasa Yunani berarti “kelahiran cepat”. Secara kimia itu adalah peptida yang terdiri dari 8 asam amino. Ini sangat singkat dalam darah manusia yang memiliki waktu paruh sekitar 1 hingga 4 menit. Setelah fungsinya selesai, ia dihancurkan oleh jaringan atau diekskresikan oleh ginjal.

Hormon ini dikeluarkan oleh lobus posterior hipofisis melalui mekanisme saraf yang menyebabkan kontraksi otot polos rahim dan payudara. Sekresi hormon ini dirangsang oleh isapan dan rangsangan lainnya. Dipercaya bahwa menyusui merangsang jalur saraf sebagai akibat pelepasan oksitosin yang menyebabkan keluarnya ASI dari payudara ibu.

Hormon ini memiliki aksi stimulasi yang kuat pada rahim yang hamil, terutama selama persalinan. Telah terlihat bahwa tingkat normal oksitosin dalam darah sangat penting untuk persalinan normal. Hormon ini juga berpengaruh pada netralitas rahim yang mendorong pembuahan ­selama koitus.

Related Posts