Jelaskan inti teori brahmana dari Van Leur

Van Leur merupakan tokoh utama yang melontarkan teori brahmana. Inti dari teori ini yaitu penyebaran agama dan kebudayaan India ke Indonesia dilakukan oleh golongan brahmana. Para brahmana ini datang ke Indonesia atas undangan para penguasa di Indonesia. Oleh karena itu, kebudayaan yang mereka bawa dan dikenalkan di Indonesia merupakan budaya golongan brahmana.

Setelah datang ke Indonesia atas undangan para penguasa, para brahmana itu juga memimpin pelaksanaan upacara vratyastoma. Upacara vratyastoma adalah upacara dalam agama Hindu yang dilakukan apabila ada seorang pengikut Hindu yang melakukan kesalahan sehingga dia dikeluarkan dari kastanya. Dia dapat diterima kembali ke dalam kastanya apabila telah melakukan upacara vratyastoma. Pelaksanaan upacara vratyastoma harus dipimpin oleh seorang brahmana.

Menurut Paul Wheatly, para penguasa lokal di Asia Tenggara sangat berkepentingan dengan kebudayaan India dengan tujuan mengangkat status sosial mereka. Van Leur melandasi pendapatnya dengan keyakinan bahwa antara India dan Indonesia terjadi hubungan perdagangan. Dalam hubungan tersebut dimungkinkan bukan hanya orang-orang India yang datang ke Indonesia, melainkan juga sebaliknya banyak orang Indonesia yang datang ke India.

Dengan argumennya tersebut Van Leur juga menyanggah adanya teori kesatria dan teori waisya dalam proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Alasan Van Leur tidak sependapat adanya kolonisasi dalam proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha karena jika ada kolonisasi berarti ada bukti penaklukan (oleh golongan kesatria). Dengan begitu, berarti ada pihak yang menang dan ada pihak yang kalah, padahal sampai sekarang belum ditemukan sumber tertulis (prasasti) yang mendukung/memuat peristiwa tersebut.