Kelemahan Sistem Pemilihan Presiden Secara Langsung

Posted on

Kelemahan Sistem Pemilihan Presiden Secara Langsung -Sebentar lagi ditahun 2019 pemilu atau pemilihan umum presiden akan segera dilaksanakan. Pemilihan presiden yang akan terjadi di tahun depan adalah untuk memilih presiden Indonesia masa bakti 2019 – 2024. Untuk presiden masa bakti di tahun 2014- 2019 yaitu Joko Widodo dan wakilnya Yusuf Kalla.. Diadakannya pemilu ini diltar belakangi oleh pasar 7 UUD negara Republik Indonesia tahun 1945 dimana presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun, selanjutnya bisa dipilih kembali dalam jabatan yang sama, dan hanya diberi kesempatan satu kali lagi. Maka presiden Joko Widodo memiliki kesempatan untuk mengajukan diri kembali sebagai presiden di masa bakti 2019 – 2024. Adapun kandidat potensial calon potensial presiden RI selanjutnya antara lain, Joko Widodo, Prabowo Subianto sebagai ketua umum partai Gerinda, Agus Harimurti Yudhoyono, Tommy Soeharto ketua umum partai Berkarya, Sam Aliano , Chairul Tanjung, Amien Rais, Zulkifli Hasan ketua MPR, Yusril Ihza Mahendra, Muhaimin skandar, Airlangga Hartanto, Anies Baswedan dan Gator Nurmantryo yaitu Panglima TNI. U

ntuk pemilihan presiden ditahun 2004, 2009 dan ditahun 2014 telah menggunakan asas terbuka, dan untuk pemilihan presiden yang akan datang menggunakan asas atau sistem campuran. Sedangkan untuk pemilihan presiden yang menggunakan pemilihan atau sistem secra langsung memiliki kelebihan seperti sistem lebih accountable, presiden memiliki legitimasi yang kuat, kriteria calon presiden bisa dinilai dan dipilih langsung oleh rakyat, check dan balance legislative eksekutif lebih seimbang.  Sedangkan untuk kelemahan sistem pemilihan presiden secara langsung antara lain :

  • Akan sering terjadi konflik horizontal selama dilaksanakannya pilkada didaerah, bahkan hingga terjadi tindakan anarkis
  • Untuk biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah pada sistem pemilihan secara langsung cukup besar, apalagi Indonesia memiliki wilayah yang sangat besar, dana tersebut untuk kebutuhan KPU seperti peralatan, gaji, inventaris, logistic dan lainnya
  • Konflik yang terjadi akan membuat masyarakat ikut tegang dan tidak nyaman, bahkan bisa saja akan menimbulkan dendam
  • Dengan banyaknya pemilu maka bisa menyebabkan rakyat yang berpartisipasi lebih rendah
  • Munculnya money politic, calon-calon kepada daerah menggunakan uangnya untuk mendapatkan hati rakyat, padahal untuk kualitas belum tentu ada.
  • Biasanya calon yang menang sering terlibat korupsi, hal ini disebabkan banyaknya uang yang sudah mereka keluarkan untuk memenangkan pilkada.

Demikian kelemahan sistem pemilihan presiden secara langsung, sebenarnya semua sistem pemilu memiliki resiko sendiri-sendiri,  maka pemerintah sebaiknya mengatur pemilu seperti apa yang sesui dengan bangsa kita.

Dan untuk pemilu ditahun 2019 yang akan datang akan menggunakan sistem kombinasi, menggabungkan antara sistem tertutup dan sistem proporsional terbuka, dengan menggunakan sistem ini maka diharapkan negara ini memiliki pemimpin yang amanat dan bertanggung jawab.

Artikel Lainnya :

Loading...