Peninggalan Kerajaan Pagaruyung

Posted on

Peninggalan Kerajaan Pagaruyung –¬†Mendengar mengenai kerajaan pagaruyung mungkin masih terasa asing bagi anda yang belum terlalu mendalami sejarah. Nah kali ini kita akan belajar bersama mengenai kerajaan pagaruyung yang merupakan salah satu kerjaan di Indonesia di jaman dahulu kala. Kerajaan pagaruyung ini tepatnya merupakan kerjaan yang ada di Indonesia bagian Sumatra Barat. Pada mulanya kerajaan ini merupakan salah sattu kerajaan budha. Namun setelah masa datangnya para pembawa Islam dari Aceh, maka akhirnya kerajaan ini menjadi kerajaan Islam. Ada satu hal yang hingga kini masih belum bisa dipastikan dari adanya kerajaan Islam dari Sumatra Barat yang satu ini. yakni mengenai pendiri dari kerajaan ini. Hingga kini masih belum ada sumber yang kuat mengenai siapa yang mendirikan kerajaan Pagaruyung.

Sama halnya dengan kerajaan-kerajaan lama yang ada di dunia ini, kerjaan Pagaruyung dari Sumatra Barat ini juga ternyata memiliki banyak sekali peninggalan bersejarah. Beberapa peninggalan kerajaan Pagaruyung ini akan kami ulas secara singkat di sini. Nah untuk peninggalan kerajaan yang pertama ada bangunan Istana Basa. Istana Basa ini merupakan istana kediaman dari kerajaan Pagaruyung. Istana yang satu ini sudah mengalami tragedi kebakaran berulang kali. Hal tersebut menjadikan istana ini memiliki sejarah yang panjang. Sehingga terjadi pembangunan ulang dari istana tersebut. Dan istana Basa yang kini masih ada dan masih menjadi wisata itu kenyataannya hanyalah replika bangunan istana yang asli. Karena memang istana yang asli sudah pernah terbakar habis. Meskipun begitu, istana Basa hasil replika tersebut masih menjadi istana megah yang dibanggakan ranah minang. Pasalnya bangunannya juga memiliki nilai seni yang indah dan memiliki nilai sejarah dari setiap desain bangunannya.

Peninggalan kerajaan Pagaruyung yang selanjutnya adalah prasasti Adityawarman. Setiap prasasti memiliki karya tulisan yang dikenal oleh masyarakat sebagai kata pujian akan raja Adityawarman. Setiap kata pujian tersebut ditulis dengan bahasa kuno yakni memakai bahasa sansekerta. Selanjutnya ada batu batikam. Batu ini memiliki lubang tepat di tengahnya. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, lubang dari batu tersebut disebabkan oleh tikaman dari Datuak Parpatih Nan Sabatang.

Adanya lubang tersebut memang dibuat secara sengaja sebagai bentuk perdamaian antara Datuak Parpatih dan Datuak Katamanggungan. Batu batikam ini juga termasuk obyek wisata yang diminati oleh para penyuka peninggalan sejarah. Keunikan dari batu tersebut adalah terletak pada lubang yang ada pada batu itu.

Ada nilai seni tersendiri pada lubangnya. Hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh Datuak Parpatih saat menikamnya dengan senjata kerisnya dijaman dahulu. Dan hingga saat ini batu tersebut tidak hancur bahkan lubangnya pun masih sama seperti dahulu kala.

Artikel Lainnya :

Loading...