Pusat Pembelajaran di Ruang Kelas – (Sumber Daya)

Pusat Pembelajaran dapat menjadi bagian penting dan menyenangkan dari lingkungan instruksional Anda dan dapat melengkapi dan mendukung kurikulum reguler. Mereka menciptakan peluang untuk pembelajaran kolaboratif serta diferensiasi pengajaran.

Pusat pembelajaran biasanya merupakan tempat di kelas yang dirancang untuk berbagai tugas yang dapat diselesaikan siswa dalam kelompok kecil atau sendirian. Saat ada kendala ruang, Anda bisa menggunakan pajangan sebagai pusat belajar dengan aktivitas yang bisa dibawa anak kembali ke mejanya.

Organisasi dan Administrasi

Banyak ruang kelas utama memiliki “waktu tengah”, ketika anak-anak pindah ke bagian tertentu dari kelas. Di sana mereka dapat memilih aktivitas mana yang akan dikejar atau dirotasi melalui semua pusat.

Di ruang kelas sekolah menengah atau menengah, pusat pembelajaran dapat mengikuti penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan. Siswa dapat mengisi daftar periksa atau “lulus buku” untuk menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan sejumlah aktivitas yang diminta. Atau, siswa dapat diberi hadiah atas aktivitas yang diselesaikan dengan rencana penguatan kelas atau ekonomi token.

Bagaimanapun, pastikan untuk memiliki sistem pencatatan yang cukup sederhana agar anak-anak dapat menyimpannya sendiri. Anda kemudian dapat memantau kemajuan mereka dengan perhatian minimal–memperkuat rasa tanggung jawab mereka. Anda mungkin memiliki bagan bulanan, di mana monitor menandai kegiatan yang diselesaikan untuk setiap pusat pembelajaran. Anda dapat menggilir monitor setiap minggu atau memiliki monitor untuk setiap pusat tertentu yang mencap paspor siswa. Konsekuensi alami bagi anak-anak yang menyalahgunakan waktu tengah adalah mengharuskan mereka melakukan kegiatan latihan alternatif, seperti lembar kerja.

Pusat pembelajaran dapat mendukung keterampilan dalam kurikulum–khususnya matematika–dan dapat memperluas pemahaman siswa, atau memberikan latihan dalam membaca, matematika atau kombinasi dari hal-hal tersebut.

Kegiatan yang ditemukan di pusat pembelajaran dapat mencakup teka-teki kertas dan pensil, proyek seni yang berhubungan dengan studi sosial atau tema sains, kegiatan mengoreksi diri atau teka-teki, kegiatan menulis dan papan laminasi yang dapat dihapus, permainan dan bahkan kegiatan komputer.

Pusat Literasi

Kegiatan Membaca dan Menulis: Ada banyak kegiatan yang akan mendukung pembelajaran literasi. Berikut adalah beberapa:

  • Laminasi cerita pendek ke dalam folder, dan beri petunjuk kepada siswa untuk merespons.
  • Laminasi artikel tentang tokoh televisi atau musik populer, dan minta siswa menjawab pertanyaan Siapa, Apa, Di Mana, Kapan, Bagaimana, dan Mengapa.
  • Buat teka-teki di mana siswa mencocokkan huruf awal dan akhiran kelompok kata: contoh: t, s, m, g dengan akhiran “tua”.

Aktivitas Matematika:

  • Teka-teki mencocokkan masalah dan jawabannya.
  • Warna dengan teka-teki angka menggunakan fakta matematika untuk menghasilkan angka.
  • Permainan papan di mana siswa menjawab fakta matematika di ruang yang mereka pukul.
  • Kegiatan mengukur dengan timbangan, pasir dan ukuran yang berbeda seperti cangkir, sendok teh, dll.
  • Kegiatan geometri dimana siswa membuat gambar dengan bentuk geometris.

Kegiatan IPS:

  • Gabungkan kegiatan literasi dan studi sosial: Tulis dan ilustrasikan artikel surat kabar tentang: pembunuhan Abraham Lincoln, penemuan Amerika oleh Columbus, pemilihan Barack Obama.
  • Permainan kartu yang cocok: mencocokkan gambar dengan nama tokoh sejarah, bentuk negara bagian dengan nama negara bagian, ibu kota negara bagian dengan nama negara bagian.
  • Permainan papan berdasarkan era sejarah, seperti perang saudara. Anda mendarat di “Battle of Gettysburg.” Jika Anda seorang Yankee, Anda maju 3 langkah. Jika Anda seorang Pemberontak, Anda mundur 3 langkah.

Kegiatan Sains:

  • Pusat berdasarkan konten saat ini, katakanlah magnet atau ruang.
  • Tempatkan planet dengan benar di peta velcro.
  • Demonstrasi dari kelas yang bisa mereka lakukan di tengah.

Related Posts