Struktur Bakteri dan fungsinya

Struktur Bakteri dan fungsinya

Sel-sel bakteri ada di sekitar kita. Mereka menyebabkan penyakit dan sangat penting bagi kehidupan manusia. Meskipun beberapa bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Escherichia coli hidup bersimbiosis dalam tubuh manusia, struktur dan fungsi bakteri ini sangat berbeda dari sel manusia. Memetabolisme Bakteri akan menghasilkan beberapa nutrisi dan ion yang manusia tidak dapat memproses, seperti nitrogen dan vitamin K.

Makhluk hidup berukuran sangat kecil atau yang disebut dengan bakteri ini mempunyai reputasi buruk, yakni sering digambarkan sebagai penyakit yang tak aman dan amat berbahaya. Walaupun faktanya bakteri dapat menyebabkan berbagai penyakit, namun ada juga yang berperan menguntungkan bagi manusia.

Bakteri termasuk sebagai organisme prokariotik, bersama kelompok organisme sel tunggal lain yakni archaea. Organisme prokariotik ialah berukuran kecil namun jumlahnya mendominasi bumi. Prokariotik hidupnya di mana saja baik permukaan, darat, air, dan bahkan dalam tubuh kita. Berikut ini ke 9 Struktur Tubuh Bakteri.

Struktur sel bakteri mungkin berbeda, tetapi mereka telah bermutasi selama ribuan tahun untuk bertahan hidup perubahan lingkungan dan bereproduksi.

Pengertian bakteri

Bakteri adalah sel prokariotik yang berbeda dari manusia, sel-sel eukariotik. Perbedaan utama antara kedua jenis sel adalah bagaimana organel internal, subunit khusus sel, yang terorganisir. Sel prokariotik tidak memiliki organel membran-terikat. Mereka juga tidak memiliki inti yang mengandung DNA, dan DNA mereka adalah salah satu, molekul melingkar bukan kromosom terpisah seperti sel eukariotik.

Struktur Tubuh Bakteri

Kapsul

Salah satu faktor virulensi sel bakteri adalah kapsul nya. Kapsul terbuat dari lapisan tebal dari bahan polisakarida. Tujuan dari kapsul adalah untuk melindunginya dari kekeringan, dan memberikan perlindungan terhadap fagositosis dari sel-sel kekebalan. Kapsul merupakan faktor virulensi bakteri seperti S. pneumoniae dan E. coli. Tanpa kapsul ini, bakteri jenis ini avirulent dan tidak menyebabkan penyakit.

Kapsul adalah sejumlah bakteri yang memiliki lapisan luar lengket dan terbuat dari polisakarida. Fungsinya kapsul melekatkan satu sama lainnya/ di berbagai permukaan di lingkungannya serta membantu mencegah sel pada kekeringan. Apabila bakteri penyebab-penyakit menginvasi tubuh organisme inangnya, kapsul berfungsi melindungi dirinya pada serangan sistem imun tubuh inang.

Dinding sel

Bakteri memiliki dinding sel yang terbuat dari lapisan peptidoglikan yang membuat sel kaku dan memberikan bentuk. Hal ini juga berfungsi sebagai jangkar untuk pili dan flagella. Ini membantu mengandung organel dan menjaga sel dari meledak di bawah perubahan besar karema tekanan osmotik. Dinding sel yang digunakan oleh para ilmuwan untuk membedakan dan mengkategorikan bakteri melalui prosedur pewarnaan gram.

Dinding sel letaknya dibawah kapsul. Fungsinya adalah menjaga bentuk sel dan melindungi di bagian dalam sel, juga mencegah sel “meledak” saat mengambil air. Kebanyakn mengandung peptidoglycan, polimer pada tautan gula dan polipeptida.

Struktur & Fungsi Sel Bakteri
Struktur & Fungsi Sel Bakteri

Pili

Banyak bakteri memiliki pili, yang merupakan struktur rambut seperti kecil yang cabang keluar dari dinding sel. Struktur ini memiliki dua tujuan. Pili adalah bagian dari faktor virulensi bakteri ini. Mereka melampirkan ke host jaringan dan sel memberi mereka kemampuan untuk menyebabkan infeksi. Selain itu, pili khusus digunakan oleh bakteri untuk konjugasi, sebuah proses di mana satu bakteri mengirimkan gen seperti resistensi antibiotik pada sel-sel bakteri tetangga.

Fimbria ialah tabung protein dengan memanjang keluar di membran luar. Fimbria ini terkadang ukurannya pendek dan berjumlah banyak di semua permukaan sel bakteri

Sementara pili ialah struktur yang mirip fimbria namun lebih panjang dan jumlahnya pada permukaan sel bakteri ini sedikit. Pili terlibat proses “konjugasi bacterial” dimana mereka bernama “pili konjugasi” atau “pili seks”. Contohnya adalah ‘pili seks’ yakni menjaga dua sel pada bakteri bersama dan memungkinkan DNA mentransfer antar mereka berdua dalam proses yang disebut konjugasi. Jenis pili lainnya disebut pili tipe IV yang membantu bakteri bergerak di lingkungannya.

Flagela

Flagela ini seperti rambut, struktur yang mirip dengan pili, tetapi flagela digunakan untuk bergerak oleh sel bakteri. Mereka berada di salah satu ujung bakteri, di kedua ujungnya, atau kadang-kadang mereka mengelilingi seluruh sel. Flagela membantu bakteri menjauh dari bahan kimia beracun atau bergerak ke arah nutrisi. Mereka bekerja dalam gerakan baling-jenis, berputar untuk memindahkan bakteri ke lokasi.

Flagela bakteri terdiri atas 3 komponen dasar, yakni filamen, kompleks motor, serta sebuah kail dengan menghubungkan flagela dan juga bakteri. Filamen memiliki diameter 20 nano meter dan terdiri atas beberapa protofilamen. Setiap protofilamen berbentuk ribuan subunit flagelin. Kompleks motor terdiri atas serial cincin berjangkar pada flagela pada membran dalam dan luar.

Flagela ialah struktur sel dari bakteri ekstraseluler yang berperan terhadap pergerakan bakteri. Struktur flagela dalam bakteri berbeda antar spesies. Bentuk umunya ditemui dari flagela yakni sebagai berikut:

  1. Monotrichous : Flagela tunggal
  2. Lophotricus : Jumbai dari flagela dari di kutub sel
  3. Amphitrichous : Flagela tunggal ditemukan setiap kutub berlawanan
  4. Peritrichous : Flagela ganda ditemukan di sejumlah tempat sel bakteri
  5. Intraseluler Bakteri

Membran Plasma

Di bawah dinding sel ada membran plasma. Bahan dasar pembentukan ini adalah phospholipid, yakni sebuah lipid dengan mengandung molekul gliserol yang menempel di fosfat hidrofilik serta 2 asam amino hidrofobik. Membran bakteri phospholipid diatur dengan 2 lapisan, yang membentuk struktur disebut phospholipid bilayer.

Kromosom dan Plasmid

Kebanyakan bakteri memiliki kromosom sirkular tunggal serta satu salinan materi genetiknya. Genom bakteri umumnya lebih kecil digenom eukaryotik.

Bakteri tidak memiliki membran nukleus dengan membungkus kromosomnya (tidak seperti eukariotik memiliki nukleus), namun kromosom dari bakteri ada pada bagian sitoplasma bernama nukleoid. Selain itu, banyak bakteri memiliki plasmid, yakni cincin kecil dengan untaian ganda berkepanjangan kromosom DNA.

Plasmid membawa sedikit dari gen non esensial serta disalin di dalam sel. Plasmid bisa ditransfer dalam bentuk populasi ke bakteri lain, kadang sebagai menyebarkan gen untuk bertahan hidup.

Ribosom dan Multiprotein Kompleks Lain

Ribosom ini jumlahnya banyak, dan sebagai tempat dari sintesis protein semua organisme hidup. Semua prokariotik memiliki 70 S (Svedberg unit) ribosom sedangkan eukariotik terkandung ribosom 80s di sitosolnya.

70s ribosom ini tersusun 50s dan 30s subunit. 50s subunit terkandung 23s dan 5s rRNA sedangkan 30s subunit terkandung 16s rRNA. Molekul-molekul rRNA berbeda ukuran eukariotik dan kompleks bersama protein ribosom yang berjumlah banyak, jenis dan jumlahnya bermacam antar organisme.

Endospora

Endospora ialah mekanisme adaptasi bakteri dari stres di lingkungannya. Endospora merupakan struktur bertahan hidup dari bakteri yang sangat resistan yang banyak jenis stress di lingkungan dan kimia. Pembentukan endospora terbatas sei sejumlah bakteri Gram positif misalnya Bacillus dan Clostridium.

Pembentukan endospora dipacu dengan nutrisi, disini bakteria membelah dalam dinding sel yang emudian menelan pada sisi yang lainnya. Endospora membuat bakteri jadi dorman untuk periode lama, bahkan berabad-abad.

Endospora dapat bertahan tanpa nutrisi, ia juga bisa resistan dari radiasi ultraviolet, disinfektan kimia, suhu tinggi, antibiotic, bahkan pembekuan ekstrem.

Resistensi endospora dari panas disebabkan beberapa faktor yaitu:

  • Calcium dipicolinate, ada banyak di endospore yang mungkin menstabilkan serta melindungi DNA endospora.
  • Smal acid-soluble proteins (SASPs), ini menjenuhkan DNA endospora serta melindunginya dari panas, kimia, kekeringan, dan radiasi.
  • Enzim akan memperbaiki DNA dalam endospora yang dapat memperbaiki DNA rusak selama pengecambahan.

Secara keseluruhan bakteri ialah organisme prokariotik atau organisme yang tanpa membran inti sel, dan Struktur Tubuh Bakteri ini hampir sama antar bakteri lainnya. Perbedaan struktur tubuh kemungkinan terletak pada mekanisme adaptasinya bakteri dari lingkungannya misalnya seperti Endospora dan juga struktur penyimpanan nutrisi. Bakteri merupakan mikroorganisme tersebar hampir seluruh pelosok dibumi dengan bermacam lingkungan.

Jadi, setiap bakteri telah mengembangkan mekanisme cara adaptasi tersendiri supaya dapat bertahan hidup di lingkungannya. Sekian pembahsan mengenai 9 Struktur Tubuh Bakteri, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *