Pengertian Trombosit

Pengertian Trombosit – Didalam darah ada berbagai jenis diantaranya adalah sel darah merah atau yang biasa disebut dengan eritrosi, kemudian sel darah putih yang biasa dikenal dengan leukosit, dan juga keping darah yang biasa disebut dengan trombosit. Apa itu trombosit? Berikut akan dijealskan mengenai pengertian trombosit agar anda paham mengenai trombosit yang tergolong penting untuk menjadi slah satu bagian yang penting bagi kehidupan anda. Trombosit atau juga disebut platelet atau keping darah merupakan sel yang terbentuk di sumsum tulang dan berbentuk oval kecil. Trombosit memiliki peran penting dalam tubuh diantaranya adalah membantu proses pembekuan dara saat kita terluka. Saat pembuluh darah pecah, maka trombosit akan secara langsung menggerombol di daerah yang pembuluh darahnya yang pecah kemudian membantu menutup kebocoran. Keping darah atau trombosit akan bertahan hidup hingga 9 hari dalam aliran darah anda dan secara teratur akan digantikan oleh sel sel yang baru.

Seperti yang diketahui trombosit dan faktor pembekuan emmiliki peran yang sanagat penting dalam proses pembekuan darah. Bayangkan jika anda mempunya jumlah trombosit yang kurang, maka anda akan mengalami kesulitan dalam penyembuhan luka. Darah akan terus mengucur dan itu akan mengakibatkan dampak bahaya bagi tubuh anda. Trombosit dan faktor pembekuan akan bekerjasama dan membentuk benjolan yang padat (bekuan darah) untuk menutup berbagai macam kebocoran, seperti goresan, luka atau mencegah pendarahan di permukaaan maupun di dalam tubuh kita. Proses pembukan terjadi dimulai dengan adanya luka pada tubuh, saat itu pembuluh darah besar akan terputus dan apabila proses pembekuan tidak mampu menghambat pendarahan maka alternatif lain untuk membantu adalah dengan diberinya perban dan juga jahitan.Jika trombosit yang ada dalam tubuh anda terlalu rendah, maka pendarahan yang hebat akan terjadi. Namun tidak baik pula jika anda memiliki trombosit dalam jumlah yang terlalu banyak.

Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya pembekuan pembuluh darah atau biasa disebut dengan trombosis. Jika pembekuan pembuluh terjadi maka akan memicu terjadinya penyakit stroke, kemudian emboli paru-paru, infark miokard, dan juga penyumbatan pembuluh darah ke bagian tubuh lainnya seperti ujung kaki atau ujung lengan. Adanya kelainan pada trombosit bisanya disebut dengan Thrombocytopathy.
Pengertian Trombosit
Ada pula penyakit atau gangguan yang mengurangi jumlah trombosit dalam tubuh seperti heparin-induced trombositopenia (HIT) atau TTP (Thrombotic Thrombocytopenic Purpura) biasanya menyebabkan trombosis atau pembekuan bukan pendarahan. Jumlah trombosit dalam darah emmang harus sesuai agar tidak menimbulkan adanya gejala yang dapat membahayakan tubuh anda. Pengertian trombosit telah dijelaskan pada penjelasan di atas untuk supaya dimengerti agar anda selalu menjaga kesehatan tubuh, karena setiap pada bagian tubuh anda itu berarti.

Artikel Lainnya :

Pengertian Dan Fungsi Trombosit

Pengertian dan Fungsi Trombosit – Trombosit merupakan sel yang memiliki bentuk oval kecil yang terbuat dari tulang sumsum. Trombosit mampu membatu dalam proses pembekuan. Ketika pembuluh darah pecah, maka trombosit akan berkumpul dan menutup kebocoran. Trombosit hanya dapat bertahan hidup selama 9 hari dalam aliran darah secara konstan oleh sel-sel. Trombosit merupakan fragmen sel kecil bening yang berbentuk teratur, sel yang tidak mempunyai inti sel atau nucleus yang mengandung DNA. Jumlah trombosit yang normal pada orang sehat yaitu 150.000- 450.000 per liter mikro darah. Trombosit merupakan sumber alami factor tumbuhan dan memainkan peranan mendasar dalam Hemostasis. Hemostasis merupakan proses kompleks yang mengakibatkan berhentinya proses pendarahan. Hal ini mengacu pada proses menjaga darah agar pembuluh darah tidak rusak ketika berlawanan dengan proses perdarahan. Hemostasis dapat terganggu jika kondisi bawaan dapat mempengaruhi produksi trombosit. Trombosit memiliki ukuran yang sangat kecil dan ringan jika dibandingkan dengan sel darah merah dan sel darah putih.

Pada saat pendarahan terjadi, trombosit yang berkumpul diluka akan berusaha memblokir aliran darah. Trombosit akan dibantu oleh vitamin K, mineral kalsium dan protein yang disebut fibrinogen. Ketika darah terkena udara, maka bekuan akan mulai terbentuk. Trombosit akan merasakan adanya udara dan pecah. Mereka akan bereaksi dengan fibrinogen untuk memulai fibrin seperti benang kecil.

Kemudian, benang fibrin akan mulai membentuk mesh web seperti perangkap sel darah di dalamnya. Lubang sel darah akan mengeras karena mongering, lalu membentuk bekuan atau yang disebut keropeng. Keropeng merupakan sebuah bekuan darah eksternal yang dapat dilihat dengan mudah, namun ada juga pembekuan darah internal. Sebuah memar atau tanda biru dan hitam merupakan hasil dari gumpalan darah. Memar dan kedua keropeng merupakan gumpalan darah yang mengakibatkan penyembuhan.

Pengertian dan Fungsi Trombosit
Pengertian Dan Fungsi Trombosit – Namun, beberapa gumpalan dapat berbahaya, bekuan darah yang telah terbentuk dalam pembuluh darah dapat mematikan, karena akan memotong pasokan oksigen dan menghambat aliran darah. Tanpa adanya pasokan oksigen, maka otak tidak dapat berfungsi secara normal, misalnya stroke merupakan akibat dari gumpalan darah dalam arteri otak.

Untuk mendukung penbentukan pembekuan, maka vitamin K dan kalsium harus hadir dalam darah. Darah yang kurang gizi akan memakan waktu yang lama dari biasanya untuk darah membeku. Apabila nutrisi hilang, maka seseorang akan mati karena kehabisan darah.

Fungsi Trombosit

Ketika ada luka seperti tertusuk, cedera internal atau tersayat, maka trombosit akan mengobrak abrik endothelium dan bekerja untuk mengumpulkan darah dan mencegah agar darah tidak terus keluar. Trombosit akan memberikan penghalang terhadap kehilangan darah yang berlebihan agar sel endotel tetap terpapar. Protein fibrin yang berbentuk seperti benang akan membuat darah tidak mengalir melalui luka. Penyumbat yang telah dibuat oleh protein fibrin akan mengeras dan mongering, hingga meninggalkan memar.

Artikel lainnya :