Arsenik Organik dan Arsenik Anorganik : Apa itu mereka

Pendahuluan

Arsenik adalah unsur kimia yang dikenal memiliki efek berbahaya bagi kesehatan manusia. Terdapat dua bentuk arsenik yang sering dibahas dalam konteks kesehatan dan lingkungan, yaitu arsenik organik dan arsenik anorganik. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan perbedaan antara kedua bentuk arsenik tersebut, dampaknya terhadap kesehatan manusia, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan arsenik dalam kehidupan sehari-hari.

Arsenik Organik

Apa itu Arsenik Organik?

Arsenik organik merupakan senyawa arsenik yang terikat dengan karbon dan unsur hidrogen. Contoh senyawa arsenik organik yang umum adalah monometilarsinat (MMA) dan dimetilarsinat (DMA). Senyawa arsenik organik umumnya ditemukan dalam lingkungan alami, seperti tanah, air, dan tumbuhan.

Sumber dan Paparan Arsenik Organik

Arsenik organik umumnya ditemukan dalam makanan laut, seperti ikan dan kerang. Proses metabolisme dalam tubuh manusia juga dapat menghasilkan senyawa arsenik organik dalam jumlah kecil. Paparan utama terhadap arsenik organik biasanya berasal dari konsumsi makanan laut yang mengandung senyawa tersebut.

Dampak Kesehatan Arsenik Organik

Secara umum, senyawa arsenik organik dianggap memiliki tingkat toksisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan arsenik anorganik. Namun, paparan jangka panjang terhadap arsenik organik dalam jumlah yang tinggi tetap dapat menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampak kesehatan yang mungkin terjadi akibat paparan arsenik organik antara lain adalah gangguan pada sistem saraf, gangguan fungsi ginjal, dan peningkatan risiko kanker.

Arsenik Anorganik

Apa itu Arsenik Anorganik?

Arsenik anorganik merupakan senyawa arsenik yang tidak mengandung ikatan dengan karbon dan unsur hidrogen. Contoh senyawa arsenik anorganik yang umum adalah arsenit (AsIII) dan arsenat (AsV). Senyawa arsenik anorganik umumnya berasal dari aktivitas industri, seperti pertambangan, pembakaran batu bara, dan penggunaan pestisida.

Sumber dan Paparan Arsenik Anorganik

Arsenik anorganik dapat ditemukan dalam air minum yang terkontaminasi, makanan yang terpapar pestisida yang mengandung arsenik, serta udara yang tercemar oleh aktivitas industri. Paparan arsenik anorganik juga dapat terjadi melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi atau produk konsumen yang mengandung arsenik.

Dampak Kesehatan Arsenik Anorganik

Arsenik anorganik diketahui memiliki tingkat toksisitas yang tinggi dan berpotensi menyebabkan keracunan akut maupun kronis. Paparan jangka panjang terhadap arsenik anorganik telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada sistem pernapasan, gangguan pada sistem kardiovaskular, gangguan pada sistem saraf, dan peningkatan risiko kanker, terutama kanker paru-paru, kanker kulit, dan kanker kandung kemih.

Mengurangi Paparan Arsenik

Mengurangi Paparan Arsenik dalam Makanan

Untuk mengurangi paparan arsenik organik melalui makanan laut, disarankan untuk memilih ikan dan kerang yang berasal dari sumber yang terpercaya dan terjamin kebersihannya. Selain itu, mengonsumsi variasi makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu mengurangi paparan arsenik dalam makanan secara umum.

Mengurangi Paparan Arsenik dalam Air Minum

Untuk mengurangi paparan arsenik anorganik melalui air minum, penting untuk memastikan bahwa air minum yang dikonsumsi berasal dari sumber yang aman dan terbebas dari kontaminasi arsenik. Jika Anda menggunakan sumur bor atau sumber air lain yang tidak terhubung dengan sistem air yang terkelola dengan baik, disarankan untuk memeriksa kualitas air secara teratur dan melakukan pengujian arsenik. Jika terdeteksi adanya arsenik dalam air minum, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan sistem penyaringan air yang efektif untuk menghilangkan arsenik.

Mengurangi Paparan Arsenik melalui Pekerjaan atau Lingkungan Kerja

Jika Anda bekerja di industri yang berpotensi terpapar arsenik anorganik, penting untuk mematuhi langkah-langkah keamanan yang ditetapkan oleh peraturan dan panduan yang berlaku. Ini termasuk penggunaan peralatan pelindung diri yang tepat, ventilasi yang memadai, dan langkah-langkah pencegahan lainnya untuk mengurangi paparan terhadap arsenik.

Kesimpulan

Penting untuk memahami perbedaan antara arsenik organik dan arsenik anorganik serta dampaknya terhadap kesehatan manusia. Meskipun arsenik organik umumnya dianggap memiliki tingkat toksisitas yang lebih rendah, paparan jangka panjang terhadap kedua bentuk arsenik tersebut dapat menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk mengurangi paparan arsenik dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Memilih makanan laut yang terpercaya, memastikan kualitas air minum, dan mematuhi langkah-langkah keamanan di lingkungan kerja adalah beberapa cara yang dapat membantu mengurangi paparan arsenik.

 

Perbedaan mendasar Arsenik Organik Arsenik Anorganik
Ditemukan di Arsenik organik adalah arsenik yang terjadi secara alami pada tumbuhan dan hewan sebagai bagian dari senyawa organik. Atomnya melekat pada karbon atau gugus fungsi berbasis karbon. Arsenik, terjadi di alam dalam zat anorganik dikenal sebagai arsenik anorganik. Ini memiliki bentuk yang lebih sederhana daripada yang organik.
Penggunaan Arsenik organik tidak mentah dan bermanfaat seperti arsenik anorganik. Itu terjadi secara alami pada tumbuhan dan juga memainkan peran penting dalam keseimbangan garam dan karbon di seluruh ekosistem. Pestisida dan pigmen cat termasuk bentuk arsenik anorganik. Mereka juga digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan sebagai pengawet kayu.
Toksisitas Arsenik organik memiliki konsentrasi toksisitas yang rendah. Arsen organik dihilangkan pada manusia setelah beberapa hari asupan dan tidak menyebabkan kerusakan pada tubuh atau proses kimia apa pun di dalam tubuh. Toksisitas arsen anorganik tinggi dan dapat menyebabkan penyakit fatal atau efek samping jika dikonsumsi secara langsung.
Contoh asam metilarsonat, arsenobetaine, asam metilarsonat, dll. arsenik trioksida, arsenik pentoksida, timbal arsenat, natrium arsenit, dll.
Efek pada manusia Tidak menyebabkan efek merugikan atau memburuk pada tubuh manusia. Dapat menyebabkan kanker paru-paru, kulit, kandung kemih, atau kulit. Bisa mematikan jika dikonsumsi atau digunakan di luar batas.

Related Posts