Termometer Laboratorium dan Termometer Klinis – Tabel Perbedaan mereka yang mendasar

Perbedaan mendasar

Termometer Laboratorium

Termometer Klinis

Kisaran Suhu

Jangkauan termometer laboratorium lebih luas pada -10 derajat Celcius hingga 110 derajat Celcius.

Jangkauan termometer klinis adalah 35 derajat Celcius hingga 42 derajat.

Ketepatan

Termometer laboratorium lebih membingungkan.

Itu lebih akurat.

Aksesibilitas

Lebih banyak orang membutuhkan termometer klinis.

Gadget lebih terbuka jika dibandingkan dengan termometer laboratorium.

Lokasi

Termometer laboratorium terletak di laboratorium.

Termometer klinis sering digunakan di berbagai area seperti rumah, fasilitas, dan klinik.

Air raksa

Merkuri biasanya kurang menguntungkan di antara termometer laboratorium.

Pelanggan termometer klinis sebagai yang terakhir lebih umum digunakan oleh mayoritas dan memiliki keterbatasan yang lebih sedikit.

Panas atau dinginnya cairan diperkirakan menggunakan termometer laboratorium dan klinis. Mereka sangat penting untuk memeriksa spekulasi, menyelamatkan nyawa, dan untuk berbagai teknik yang meningkatkan keinginan untuk hidup.

Termometer Laboratorium berbeda dengan Termometer Klinis:

Jangkauan termometer klinis adalah 35 derajat Celcius hingga 42 derajat, dan termometer klinis sering digunakan di area lain seperti rumah, sedangkan jangkauan termometer laboratorium lebih luas pada -10 derajat Celcius hingga 110 derajat Celcius.

Termometer laboratorium adalah perangkat mendasar dalam mengamati investigasi, menilai bahan uji, menyesuaikan instrumen, dan metodologi logis lainnya. Banyak analis menggunakannya untuk mengetahui titik beku dan titik didih.

Wadah tipis seragam dan lubang halus terhubung ke bola lampu. Silinder ramping halus memiliki penyempitan, yang memungkinkan untuk memperhitungkan suhu tubuh paling atas tanpa perlu berebut.

Tabel perbandingan:

Perbedaan mendasar

Termometer Laboratorium

Termometer Klinis

Kisaran Suhu

Jangkauan termometer laboratorium lebih luas pada -10 derajat Celcius hingga 110 derajat Celcius.

Jangkauan termometer klinis adalah 35 derajat Celcius hingga 42 derajat.

Ketepatan

Termometer laboratorium lebih membingungkan.

Itu lebih akurat.

Aksesibilitas

Lebih banyak orang membutuhkan termometer klinis.

Gadget lebih terbuka jika dibandingkan dengan termometer laboratorium.

Lokasi

Termometer laboratorium terletak di laboratorium.

Termometer klinis sering digunakan di berbagai area seperti rumah, fasilitas, dan klinik.

Air raksa

Merkuri biasanya kurang menguntungkan di antara termometer laboratorium.

Pelanggan termometer klinis sebagai yang terakhir lebih umum digunakan oleh mayoritas dan memiliki keterbatasan yang lebih sedikit.

Pengertian Termometer Laboratorium?:

Termometer laboratorium digunakan di fasilitas penelitian untuk mengukur suhu dengan presisi tinggi. Itu cenderung menjadi bagian dari jalan atau sepenuhnya basah kuyup dalam substansi yang diperkirakan.

Termometer laboratorium umumnya berskala besar dari -10oC hingga 110oC. Bagaimanapun, ruang lingkup estimasi dapat bergeser secara luas antar model.

Termometer adalah alat dasar dalam memperhatikan ujian, mengevaluasi bahan ujian, mengganti instrumen, dan teknik konsisten lainnya. Berbagai penguji menggunakannya untuk menemukan titik beku dan tepi gelembung.

Pengertian Termometer Klinis?:

Termometer klinis juga disebut sebagai termometer klinis, digunakan untuk mengukur tingkat panas internal manusia atau hewan. Termometer terdiri dari bola berbentuk tabung yang diisi dengan merkuri.

Karena suhu tubuh manusia berubah dari 95oF menjadi 110oF, termometer disejajarkan dalam kisaran suhu ini. Setiap derajat dipisahkan menjadi lima divisi kecil yang setara.

Untuk menentukan suhu, seseorang perlu memegang ujung termometer di bawah ketiak atau di mulut di bawah lidah sebentar.

Kompartemen seragam tipis dan lubang halus dikaitkan dengan bola lampu. Ruang ramping halus memiliki penyempitan, yang memungkinkan merekam puncak sebenarnya dari suhu tubuh tanpa perlu berebut.

Perbedaan Utama Antara Termometer Laboratorium dan Termometer Klinis:

  1. Termometer klinis diskalakan dari 35oC hingga 42oC atau dari 94oF hingga 108oF. Sedangkan termometer Laboratorium sebagian besar berskala dari -10oC sampai 110oC.
  2. Suhu klinis dapat dibaca dengan teliti setelah mengeluarkan termometer dari ketiak atau mulut. Sedangkan suhu Laboratorium dibaca sambil menjaga termometer di sumbernya seperti cairan atau apapun.

Referensi:

  1. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.5694/j.1326-5377.1978.tb131592.x
  2. https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/8269422/?casa_token=kN6XVW-F18wAAAAA:J87GgpuUkK1nw1oz33Xk_RxDjAlKdo5Bin9Pu967v77iXKl6BqZzzyKziR1ebqoHZCJcZ5cNyg

Saya telah berusaha keras menulis posting blog ini untuk memberikan nilai kepada Anda. Ini akan sangat membantu saya, jika Anda mempertimbangkan untuk membagikannya di media sosial atau dengan teman/keluarga Anda. BERBAGI ADALAH ♥️

Related Posts