Apa perbedaan antara sampel acak sederhana dan sampel stratifikasi?

Perbedaan antara sampel acak sederhana dan sampel stratifikasi terletak pada cara pemilihan sampel dan pengelompokan populasi. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang perbedaan kunci antara keduanya:

1. Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling):
– Pemilihan Sampel: Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi bagian dari sampel. Pemilihan dilakukan secara acak tanpa memperhatikan karakteristik atau struktur populasi.
– Pengambilan Sampel: Setelah populasi diidentifikasi, anggota sampel dipilih secara acak menggunakan metode acak, seperti penggunaan angka acak atau teknologi komputer.

2. Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling):
– Pemilihan Sampel: Populasi dibagi menjadi beberapa subkelompok atau strata berdasarkan karakteristik tertentu, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, atau tempat tinggal. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap strata diwakili dalam sampel.
– Pengambilan Sampel: Setelah populasi terbagi menjadi strata, sampel diambil secara acak dari setiap strata. Jumlah sampel yang diambil dari setiap strata dapat bervariasi tergantung pada proporsi strata dalam populasi dan tujuan penelitian.

Perbedaan utama antara kedua metode ini adalah bahwa sampel acak sederhana tidak memperhatikan karakteristik atau struktur populasi dalam proses pemilihan. Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Di sisi lain, sampel stratifikasi memperhitungkan struktur populasi dan membagi populasi menjadi strata sebelum pengambilan sampel dilakukan. Hal ini memungkinkan perwakilan yang lebih akurat dari setiap strata di dalam sampel, sehingga memungkinkan peneliti untuk membuat kesimpulan yang lebih rinci tentang setiap subkelompok dalam populasi.

Pemilihan metode pengambilan sampel yang tepat tergantung pada tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan tingkat detail yang diinginkan dalam analisis data. Sampel acak sederhana dapat digunakan ketika populasi homogen atau struktur populasi tidak menjadi fokus utama penelitian. Di sisi lain, sampel stratifikasi lebih sesuai ketika peneliti ingin memastikan representasi yang seimbang dari setiap strata dalam populasi.

Related Posts