Apa contoh penggunaan sampel stratifikasi dalam penelitian sosial?

Dalam penelitian sosial, penggunaan sampel stratifikasi umumnya dilakukan ketika peneliti ingin memastikan bahwa setiap subkelompok dalam populasi diwakili secara proporsional dalam sampel. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan sampel stratifikasi dalam penelitian sosial:

1. Penelitian mengenai pendapatan rumah tangga: Jika penelitian bertujuan untuk menggambarkan distribusi pendapatan di suatu negara, peneliti dapat menggunakan sampel stratifikasi berdasarkan tingkat pendapatan. Populasi dapat dibagi menjadi beberapa strata berdasarkan kelompok pendapatan, seperti pendapatan rendah, menengah, dan tinggi. Kemudian, sampel diambil dari setiap strata untuk memastikan representasi yang seimbang dari setiap kelompok pendapatan.

2. Penelitian mengenai preferensi pemilih: Dalam penelitian politik, peneliti mungkin tertarik untuk memahami preferensi pemilih berdasarkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan sampel stratifikasi dengan membagi populasi menjadi strata berdasarkan karakteristik tersebut. Misalnya, populasi dibagi menjadi strata usia (misalnya 18-25 tahun, 26-40 tahun, dan seterusnya) atau strata pendidikan (misalnya tingkat pendidikan rendah, menengah, dan tinggi). Kemudian, sampel diambil dari setiap strata untuk memastikan representasi yang seimbang dari setiap kelompok dalam sampel.

3. Penelitian mengenai kesehatan: Dalam penelitian kesehatan, peneliti sering kali tertarik untuk memahami perbedaan dalam tingkat penyakit atau perilaku kesehatan antara kelompok populasi yang berbeda. Misalnya, peneliti dapat menggunakan sampel stratifikasi untuk membagi populasi menjadi strata berdasarkan lokasi geografis (misalnya kota, pedesaan), tingkat sosial-ekonomi (misalnya tinggi, menengah, rendah), atau kelompok usia (misalnya anak-anak, dewasa, lansia). Sampel dapat diambil dari setiap strata untuk mendapatkan representasi yang seimbang dari kelompok-kelompok tersebut dalam sampel.

Penggunaan sampel stratifikasi dalam penelitian sosial memungkinkan peneliti untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara subkelompok dalam populasi secara lebih rinci. Dengan cara ini, hasil penelitian dapat memberikan wawasan yang lebih akurat dan relevan terhadap setiap kelompok yang diteliti.

Related Posts