Abu dan Mineral – Tabel Perbedaan mereka yang mendasar

Perbedaan mendasar

Abu

Mineral

Sifat kimiawi

Abu umumnya bersifat basa.

Mineral umumnya bersifat asam.

Properti fisik

Abu terdiri dari partikel-partikel kecil dan berbentuk tepung.

Mineral secara alami keras.

Sifat amorf

Abu bersifat amorf.

Mineral tidak amorf.

Warna

Warna abu ditentukan oleh jumlah karbon dan besi yang tidak terbakar, mulai dari jingga hingga merah tua, putih, atau kuning.

Mineral datang dalam berbagai warna, termasuk merah, biru, hijau, pink, ungu, dan oranye.

Penggunaan

Abu digunakan untuk pengawetan makanan, pengendalian hama, dan berkebun.

Mineral digunakan untuk pipa, batu bata, dan pembuatan beton.

jenis terkenal

Salah satu jenis abu yang paling terkenal adalah abu kayu.

Salah satu yang paling terkenal adalah berlian.

Perbedaan antara Abu dan Mineral adalah abu merupakan bentuk murni dari karbon, sedangkan mineral adalah senyawa. Tujuan abu adalah untuk meningkatkan pH tanah, yang dapat meningkatkan hasil panen.

Namun, terlalu banyak abu dapat memiliki efek buruk pada tanaman. Mineral biasanya merupakan senyawa berbasis non-karbon yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman (misalnya potasium dan nitrogen).

Abu juga meningkatkan kesuburan tanah dengan meningkatkan nilai pH-nya, sedangkan mineral membantu tanaman tumbuh dengan menyediakan nutrisi seperti kalium nitrat (KNO3), magnesium oksida (MgO), kalsium oksida (CaO), dll.

Abu berbeda dengan Mineral:

Perbedaan antara Abu dan Mineral adalah abu merupakan hasil limbah pembakaran bahan organik seperti kayu atau batu bara. Di sisi lain, Mineral adalah senyawa anorganik yang terjadi secara alami di lingkungan. Abu biasanya bersifat basa, sedangkan mineral biasanya bersifat asam.

Abu didefinisikan sebagai segala sesuatu yang tersisa setelah kebakaran atau setelah sesuatu dibakar. Abu adalah produk sampingan dari proses pembakaran, dan terdiri dari partikel mineral yang halus dan tidak mudah terbakar.

Abu secara bertahap dapat tersebar di tanah dan membuatnya produktif. Abu tetap utuh di bawah tanah untuk waktu yang lama, bahkan cukup lama untuk berkembang menjadi batu bara.

Sebagian besar mineral ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Namun, beberapa makanan mengandung jumlah mineral tertentu yang lebih tinggi daripada yang lain.

Beberapa makanan juga mengandung mineral tunggal dalam jumlah yang sangat tinggi tetapi hanya dalam jumlah kecil karena dapat berbahaya jika dimakan terlalu sering atau dalam jumlah banyak.

Tabel perbandingan:

Perbedaan mendasar

Abu

Mineral

Sifat kimiawi

Abu umumnya bersifat basa.

Mineral umumnya bersifat asam.

Properti fisik

Abu terdiri dari partikel-partikel kecil dan berbentuk tepung.

Mineral secara alami keras.

Sifat amorf

Abu bersifat amorf.

Mineral tidak amorf.

Warna

Warna abu ditentukan oleh jumlah karbon dan besi yang tidak terbakar, mulai dari jingga hingga merah tua, putih, atau kuning.

Mineral datang dalam berbagai warna, termasuk merah, biru, hijau, pink, ungu, dan oranye.

Penggunaan

Abu digunakan untuk pengawetan makanan, pengendalian hama, dan berkebun.

Mineral digunakan untuk pipa, batu bata, dan pembuatan beton.

jenis terkenal

Salah satu jenis abu yang paling terkenal adalah abu kayu.

Salah satu yang paling terkenal adalah berlian.

Pengertian abu?:

Proses pembakaran menghasilkan asap, panas, cahaya, dan abu. Semua sisa makanan non-air, non-gas yang tersisa setelah sesuatu terbakar disebut abu. Abu biasanya tersedia dalam berbagai bentuk seperti:

Abu terbang: Abu terbang berasal dari pembakaran batu bara. Ini adalah bahan tepung yang sangat baik, dan biasanya merupakan sekitar 15% dari produk pembakaran.

Abu terbang batubara mengandung logam seperti aluminium dan besi oksida, kalsium oksida, dan fosfor oksida. Fly ash dapat digunakan sebagai bahan bangunan pada balok beton, batu bata, atau campuran mortar dengan semen.

Abu dasar: Abu dasar terbentuk selama pembakaran limbah atau batu bara di perapian atau tungku. Abu jenis ini lebih kasar dari abu terbang tetapi masih terlihat seperti pasir hitam atau kerikil.

Abu dasar terutama digunakan dalam konstruksi jalan karena dapat diganti dengan kerikil atau pasir untuk menghasilkan beton aspal.

Abu Kayu: Abu kayu dihasilkan terutama dari tungku dan perapian kayu bakar. Abu yang dihasilkan dari pembakaran kayu mengandung banyak unsur hara seperti kalium karbonat (potash) dan kapur.

Abu adalah sisa dari sesuatu yang telah dibakar. Begitu api padam dan abunya tersisa, mereka tidak sepenuhnya tidak berguna.

Meskipun mereka tidak berguna untuk tujuan khusus menjaga agar api tetap menyala, mereka memiliki banyak karakteristik lain yang membuatnya berharga bagi kita.

Abu umumnya digunakan sebagai bahan pembersih. Anda juga bisa mencampurnya dengan air dan menggunakannya sebagai sabun untuk membersihkan tangan atau pakaian Anda.

Bisa juga dicampur dengan air dan digunakan untuk membersihkan kaca dan cermin di rumah Anda. Anda bahkan dapat menggunakan abu untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian atau karpet.

Pengertian Mineral?:

Mineral diperlukan untuk kesehatan tubuh Anda. Mineral digunakan oleh tubuh Anda untuk berbagai fungsi, termasuk menjaga tulang, otot, jantung, dan otak agar berfungsi dengan baik.

Mineral juga diperlukan untuk produksi enzim dan hormon. Mineral dibagi menjadi dua kategori: makromineral dan trace mineral.

Makromineral dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada trace mineral. Natrium, kalium, klorida, kalsium, fosfor, magnesium, dan belerang semuanya makromineral.

Mineral adalah senyawa anorganik, yang artinya tidak terbuat dari karbon. Beberapa mineral memiliki formula kimia tertentu, seperti kalsium karbonat (CaCO3), tetapi yang lain memiliki komposisi yang kompleks atau bervariasi.

Misalnya, mineral pirit memiliki komposisi variabel dan dapat terdiri dari beberapa unsur yang berbeda, termasuk besi (Fe), belerang (S), dan oksigen.

Mineral adalah zat alami yang padat dan memiliki struktur atom yang teratur. Mereka tidak berasal dari makhluk hidup.

Hewan dan tumbuhan mengambil mineral dari makanannya, begitu banyak makanan yang mengandung mineral.

Namun, mineral dalam makanan tidak berasal dari makhluk hidup — mereka berasal dari tanah atau air tempat tanaman tumbuh atau dari air tempat hewan hidup.

Perbedaan Utama Antara Abu dan Mineral:

  1. Abu bersifat amorf, meskipun Mineral tidak bersifat amorf.
  2. Sifat abu adalah basa. Sebaliknya, mineral bersifat asam.
  3. Proporsi karbon dan besi yang tidak terbakar dalam abu menentukan warnanya, mulai dari jingga hingga merah tua, putih, atau kuning, sedangkan mineral memiliki berbagai warna seperti merah, biru, hijau, merah muda, ungu, dan jingga.
  4. Abu digunakan untuk pengawetan makanan, pengendalian serangga, dan berkebun, sedangkan Mineral membuat pipa, batu bata, dan beton.
  5. Abu kayu adalah salah satu varietas abu yang paling terkenal, tetapi abu intan adalah salah satu yang paling terkenal.
  6. Abu terdiri dari mikroskopis, partikel tepung, sedangkan Mineral pada dasarnya kompleks.

Referensi:

  1. https://www.researchgate.net/profile/Jan-Wastiels/publication/279908335_Mineral_polymer_based_on_fly_ash/links/55a67b7008aeb4e8e6469244/Mineral-polymer-based-on-fly-ash.pdf
  2. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4615-6998-5_35

Saya telah berusaha keras menulis posting blog ini untuk memberikan nilai kepada Anda. Ini akan sangat membantu saya, jika Anda mempertimbangkan untuk membagikannya di media sosial atau dengan teman/keluarga Anda. BERBAGI ADALAH ♥️

Related Posts