Imunitas Aktif dan Pasif: Perlindungan Tubuh dari Penyakit

Pendahuluan

Imunitas adalah kemampuan tubuh untuk melawan penyakit dan infeksi. Ada dua jenis imunitas yang terjadi dalam tubuh manusia, yaitu imunitas aktif dan imunitas pasif. Kedua jenis imunitas ini memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari penyakit dan menjaga kesehatan. Artikel ini akan menjelaskan apa itu imunitas aktif dan imunitas pasif, serta perbedaan dan contoh-contoh dari masing-masing.

Imunitas Aktif

Imunitas aktif terjadi ketika tubuh menghasilkan respons imun terhadap patogen atau antigen tertentu. Secara harfiah, “aktif” berarti bahwa tubuh sendiri terlibat dalam menghasilkan perlindungan terhadap penyakit. Proses ini melibatkan produksi antibodi oleh sistem kekebalan tubuh setelah terpapar dengan patogen atau setelah vaksinasi.

Contoh imunitas aktif adalah ketika seseorang terinfeksi oleh virus flu. Tubuh akan merespons dengan menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan virus tersebut. Jika orang yang sama terpapar dengan virus flu di masa depan, tubuh telah mengembangkan kekebalan terhadap virus tersebut, sehingga respons imun akan lebih cepat dan lebih kuat.

Vaksinasi juga merupakan bentuk imunitas aktif. Dalam vaksinasi, tubuh diberikan antigen yang dilemahkan atau tidak aktif dari patogen tertentu. Tubuh akan merespons dengan memproduksi antibodi terhadap antigen tersebut. Jika seseorang kemudian terpapar oleh patogen asli, tubuh telah memiliki kekebalan terhadap patogen tersebut.

Imunitas Pasif

Imunitas pasif terjadi ketika seseorang menerima antibodi yang diproduksi oleh organisme lain. Secara harfiah, “pasif” berarti bahwa seseorang menerima perlindungan imun dari sumber eksternal, bukan menghasilkannya sendiri. Imunitas pasif dapat diberikan melalui transfer antibodi dari ibu ke janin selama kehamilan atau melalui transfusi darah atau produk darah.

Contoh imunitas pasif adalah ketika bayi menerima antibodi dari ibunya melalui plasenta selama kehamilan atau melalui ASI (Air Susu Ibu). Antibodi ini memberikan perlindungan awal kepada bayi yang belum memiliki sistem kekebalan yang matang. Namun, imunitas pasif ini bersifat sementara dan akan hilang seiring waktu.

Imunitas pasif juga dapat diberikan melalui transfusi darah atau produk darah. Misalnya, seseorang yang kekurangan antibodi tertentu dapat menerima transfusi darah yang mengandung antibodi tersebut untuk memberikan perlindungan sementara terhadap penyakit.

Perbedaan Antara Imunitas Aktif dan Imunitas Pasif

Perbedaan utama antara imunitas aktif dan imunitas pasif adalah sebagai berikut:

  • 1. Proses: Imunitas aktif melibatkan produksi antibodi oleh tubuh sendiri setelah terpapar dengan patogen atau setelah vaksinasi. Imunitas pasif melibatkan penerimaan antibodi dari sumber eksternal.
  • 2. Sumber Antibodi: Pada imunitas aktif, antibodi diproduksi oleh tubuh sendiri. Pada imunitas pasif, antibodi diberikan dari sumber eksternal.
  • 3. Kestabilan: Imunitas aktif bersifat jangka panjang dan dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit. Imunitas pasif bersifat sementara dan memberikan perlindungan hanya untuk jangka waktu tertentu.

Kesimpulan

Imunitas aktif dan imunitas pasif adalah dua jenis perlindungan tubuh terhadap penyakit. Imunitas aktif melibatkan produksi antibodi oleh tubuh sendiri setelah terpapar dengan patogen atau setelah vaksinasi. Imunitas pasif melibatkan penerimaan antibodi dari sumber ekstternal seperti ibu atau transfusi darah. Keduanya memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari penyakit. Memahami perbedaan dan contoh-contoh dari masing-masing jenis imunitas ini memungkinkan kita untuk lebih memahami bagaimana tubuh kita dapat melawan penyakit dan menjaga kesehatan.

Perbedaan mendasar Imunitas Aktif Imunitas Pasif
Durasi Perlindungan Jangka panjang Jangka pendek
Kecepatan Respons Lambat Cepat
Memori Imunologis Ia memiliki memori imunologis. Itu tidak memiliki memori imunologi.
Antibodi Diproduksi di dalam tubuh Diperkenalkan dari agen eksternal
Akuisisi Alami Infeksi Melalui plasenta, ASI
Akuisisi Buatan Vaksinasi Pemberian antibodi melalui suntikan.
Tipe Kekebalan Humor dan dimediasi sel Kekebalan diperoleh melalui antibodi readymade.
Kesesuaian Ini tidak cocok untuk orang dengan gangguan kekebalan. Sangat cocok untuk orang dengan gangguan kekebalan.
Respon Sekunder Respons sekunder yang lebih cepat dan lebih kuat. Tidak ada respons sekunder
Komponen Sel penyaji antigen bersama dengan sel B dan T Tidak ada sel kekebalan yang disertakan
Periode Lag Hadiah Absen
Efek samping Umumnya, tidak memiliki efek samping Ini Mungkin memiliki beberapa efek samping

Pertanyaan Umum tentang Imunitas Aktif dan Pasif

1. Apa itu Imunitas Aktif?

Jawab: Imunitas aktif adalah jenis kekebalan tubuh yang terbentuk setelah tubuh terpapar langsung dengan antigen, baik melalui infeksi penyakit atau vaksinasi. Dalam imunitas aktif, sistem kekebalan tubuh bereaksi dan menghasilkan respons imun yang melibatkan produksi antibodi dan sel-sel kekebalan tubuh lainnya. Imunitas aktif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit karena tubuh mengingat antigen dan dapat meresponsnya dengan cepat jika terpapar kembali di masa depan.

2. Apa itu Imunitas Pasif?

Jawab: Imunitas pasif adalah jenis kekebalan tubuh yang diberikan kepada individu melalui transfer antibodi atau sel-sel kekebalan tubuh dari organisme lain. Imunitas pasif dapat diperoleh secara alami, seperti melalui transfer antibodi dari ibu ke janin melalui plasenta, atau dapat diberikan secara artifisial, seperti melalui suntikan antibodi yang diproduksi dalam laboratorium. Imunitas pasif memberikan perlindungan segera, tetapi tidak bertahan lama karena antibodi atau sel-sel kekebalan tubuh yang diberikan akhirnya akan hilang dari tubuh.

3. Apa perbedaan antara Imunitas Aktif dan Pasif?

Jawab: Berikut adalah perbedaan antara imunitas aktif dan pasif:

  • Sumber Kekebalan: Imunitas aktif diperoleh setelah paparan langsung dengan antigen, baik melalui infeksi penyakit maupun vaksinasi. Imunitas pasif diperoleh melalui transfer antibodi atau sel-sel kekebalan tubuh dari organisme lain.
  • Produksi Antibodi: Dalam imunitas aktif, tubuh sendiri menghasilkan antibodi sebagai respons terhadap antigen. Dalam imunitas pasif, antibodi diberikan dari sumber eksternal dan tidak dihasilkan oleh tubuh sendiri.
  • Waktu Perlindungan: Imunitas aktif memberikan perlindungan jangka panjang karena tubuh mengingat antigen dan dapat meresponsnya dengan cepat jika terpapar kembali di masa depan. Imunitas pasif memberikan perlindungan sementara karena antibodi atau sel-sel kekebalan tubuh yang diberikan akhirnya akan hilang dari tubuh.
  • Respons Kekebalan Tubuh: Dalam imunitas aktif, sistem kekebalan tubuh aktif terlibat dalam merespons antigen dan menghasilkan respons imun. Dalam imunitas pasif, individu menerima antibodi atau sel-sel kekebalan tubuh yang telah diproduksi oleh organisme lain, sehingga tidak ada respons imun yang terlibat.

4. Kapan digunakan Imunitas Aktif dan Pasif?

Jawab: Imunitas aktif umumnya digunakan dalam program vaksinasi, di mana tubuh terpapar antigen yang dilemahkan atau tidak aktif melalui vaksin. Dengan demikian, tubuh akan membentuk respons imun dan menghasilkan antibodi yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit tertentu.

Imunitas pasif digunakan dalam kasus-kasus di mana perlindungan segera diperlukan atau ketika individu tidak dapat menghasilkan respons imun yang memadai. Contoh penggunaan imunitas pasif termasuk pemberian antibodi kepada bayi prematur yang rentan terhadap infeksi, pengobatan penyakit tertentu seperti rabies atau tetanus, dan perlindungan sementara bagi individu yang belum divaksinasi sebelumnya dan terpapar penyakit menular.

Pilihan antara imunitas aktif dan pasif tergantung pada situasi spesifik, dan keputusan tersebut harus dibuat oleh tenaga medis yang berkompeten berdasarkan kondisi individual dan rekomendasi medis terkini.

Related Posts