Absolutisme dan Konstitusionalisme : Apa itu mereka

Absolutisme dan Konstitusionalisme adalah dua konsep yang berbeda dalam sistem pemerintahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara kedua konsep ini, serta pengaruhnya dalam konteks sejarah.

Absolutisme

Absolutisme adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada pada satu individu atau kelompok kecil yang memiliki kendali penuh atas negara. Dalam sistem absolutisme, penguasa memiliki kekuasaan mutlak dan tidak terbatas. Mereka tidak terikat oleh hukum atau konstitusi, dan keputusan mereka tidak dapat diganggu gugat.

Dalam sistem absolutisme, penguasa memiliki kendali penuh atas kebijakan politik, militer, ekonomi, dan sosial negara. Mereka sering kali mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pihak lain atau mengikuti proses konsultasi. Pemerintahan absolut sering kali didasarkan pada konsep hukum ilahi, di mana penguasa dianggap memiliki otoritas yang diberikan oleh Tuhan.

Contoh sejarah yang terkenal dari pemerintahan absolut adalah rezim Raja Louis XIV di Prancis. Ia dikenal sebagai Raja Matahari karena kekuasaannya yang tak terbantahkan dan kontrolnya yang mutlak atas pemerintahan Prancis. Pada masa itu, raja dianggap sebagai representasi langsung dari Tuhan dan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas.

Konstitusionalisme

Konstitusionalisme, di sisi lain, adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi atau dokumen hukum lainnya. Konstitusi adalah aturan dasar yang mengatur bagaimana pemerintahan beroperasi, membatasi kekuasaan pemerintah, dan melindungi hak-hak individu.

Dalam sistem konstitusional, pemerintah harus beroperasi sesuai dengan hukum yang ditetapkan dalam konstitusi. Pemerintah tidak memiliki kekuasaan mutlak dan terbatas oleh pembatasan hukum serta mekanisme checks and balances yang ditetapkan dalam konstitusi.

Sistem konstitusional sering kali melibatkan pembagian kekuasaan antara cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Cabang-cabang ini saling mengawasi dan saling seimbang untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat dan harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam konstitusi.

Contoh sistem konstitusional yang terkenal adalah Amerika Serikat dengan konstitusinya yang terkenal, yaitu Konstitusi Amerika Serikat. Konstitusi ini menetapkan pembagian kekuasaan antara tiga cabang pemerintah dan melindungi hak-hak individu.

Perbedaan antara Absolutisme dan Konstitusionalisme

Perbedaan mendasar antara absolutisme dan konstitusionalisme terletak pada kekuasaan pemerintah dan batasan yang diberlakukan. Dalam absolutisme, kekuasaan pemerintah berada di tangan satu individu atau kelompok kecil tanpa pembatasan yang signifikan. Mereka memiliki otoritas yang tidak terbatas dan tidak terikat oleh hukum atau konstitusi.

Di sisi lain, dalam konstitusionalisme, kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi atau dokumen hukum lainnya. Pemerintah harus bertindak sesuai dengan hukum yang ditetapkan dalam konstitusi dan tunduk pada pembatasan yang ditetapkan. Ada pembagian kekuasaan yang jelas antara cabang pemerintah, serta mekanisme checks and balances yang mengawasi dan mengimbangi kekuasaan pemerintah.

Kesimpulan

Absolutisme dan konstitusionalisme adalah dua konsep yang berbeda dalam sistem pemerintahan. Dalam absolutisme, penguasa memiliki kekuasaan mutlak tanpa pembatasan yang signifikan. Di sisi lain, dalam konstitusionalisme, kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi ataudokumen hukum lainnya. Pemerintah harus beroperasi sesuai dengan hukum yang ditetapkan dalam konstitusi dan tunduk pada pembatasan yang ditetapkan.

Konstitusionalisme menempatkan kepentingan individu dan perlindungan hak-hak mereka sebagai prioritas utama. Konstitusi melindungi hak-hak individu dan memastikan bahwa pemerintah bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan.

Dalam sejarah, banyak negara telah beralih dari pemerintahan absolut ke sistem konstitusional. Konstitusionalisme memberikan stabilitas, keadilan, dan perlindungan hak-hak individu yang penting dalam sistem pemerintahan yang demokratis.

Dalam konteks sekarang, konstitusionalisme adalah prinsip yang mendasari banyak negara demokratis di seluruh dunia. Konstitusi menjadi landasan yang penting dalam membatasi kekuasaan pemerintah, melindungi hak-hak individu, dan memastikan bahwa pemerintah bertindak sesuai dengan keinginan rakyat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam praktiknya, tidak semua negara yang mengadopsi konstitusi dapat memenuhi prinsip-prinsip konstitusionalisme dengan sempurna. Beberapa negara mungkin masih menghadapi tantangan dalam menjaga pemerintah tetap mematuhi konstitusi dan melindungi hak-hak individu.

Dalam kesimpulannya, perbedaan antara absolutisme dan konstitusionalisme terletak pada kekuasaan pemerintah dan batasan yang diberlakukan. Dalam absolutisme, kekuasaan pemerintah tidak terbatas dan tidak terikat oleh hukum atau konstitusi. Di sisi lain, dalam konstitusionalisme, kekuasaan pemerintah dibatasi oleh konstitusi dan pemerintah harus bertindak sesuai dengan hukum yang ditetapkan. Konstitusionalisme memberikan stabilitas, keadilan, dan perlindungan hak-hak individu dalam sistem pemerintahan yang demokratis.

Perbedaan mendasar Absolutisme Konstitusionalisme
Definisi Absolutisme mengacu pada kekuatan yang tidak terkendali dan tidak terbatas dengan Monarch dengan nama “hak ilahi untuk memerintah” Konstitusionalisme mengacu pada kekuasaan yang dikendalikan dan terbatas yang diberikan kepada kedaulatan di bawah pemerintahan negara hukum
Karakteristik Raja memegang kekuasaan, raja menjalani gaya hidup mewah, dan kepentingan negara dipilih oleh penguasa Serangkaian norma, nilai, dan struktur khusus memeriksa keseimbangan pada pemerintah, dan otoritas hukum bertanggung jawab baik yang berdaulat maupun subjeknya.
Filsuf terkemuka Thomas Hobbes, Jean Bodin John Locke
Ekspresi kebebasan Kebebasan rakyat dibatasi dan kelas bawah ditindas Orang-orang memiliki kebebasan dan kebebasan tertinggi dan hak-hak rakyat dilindungi
Ekspansi di negara-negara Spanyol, Eropa kuno Prancis, dan tempat-tempat lain Belanda, Kekaisaran Romawi kuno, Inggris, dan di dunia modern

Related Posts