Strukturalisme dan Fungsionalisme : Apa itu mereka

Pendahuluan

Dalam bidang ilmu sosial, terdapat berbagai pendekatan dan teori yang digunakan untuk memahami struktur dan fungsi masyarakat. Dua pendekatan yang penting dalam ilmu sosial adalah strukturalisme dan fungsionalisme. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara mendalam tentang strukturalisme dan fungsionalisme, serta perbedaan dan persamaan antara keduanya.

Strukturalisme

Definisi

Strukturalisme adalah sebuah pendekatan dalam ilmu sosial yang berfokus pada struktur sosial dan bagaimana elemen-elemen dalam struktur tersebut saling berhubungan. Pendekatan ini melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait dan membentuk pola-pola tertentu.

Tokoh Utama

Claude Levi-Strauss adalah tokoh utama dalam pengembangan teori strukturalisme. Ia adalah seorang antropolog Prancis yang mengaplikasikan pendekatan strukturalisme dalam mempelajari budaya dan masyarakat.

Fokus Utama

Strukturalisme fokus pada analisis struktur sosial dan bagaimana elemen-elemen dalam struktur tersebut saling berhubungan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola dalam masyarakat dan memahami bagaimana pola-pola tersebut membentuk makna dan fungsi dalam kehidupan sosial.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam strukturalisme adalah analisis struktural, yang melibatkan pemetaan dan analisis hubungan antara elemen-elemen dalam struktur sosial. Pemetaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan diagram atau matriks untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antara elemen-elemen tersebut.

Contoh Aplikasi

Contoh aplikasi strukturalisme adalah dalam studi antropologi budaya. Strukturalisme digunakan untuk menganalisis mitos, ritual, dan sistem kekerabatan dalam budaya tertentu. Dengan menggunakan pendekatan strukturalisme, para peneliti dapat mengidentifikasi pola-pola dalam mitos atau sistem kekerabatan, dan memahami bagaimana pola-pola tersebut membentuk makna dan fungsi dalam masyarakat.

Fungsionalisme

Definisi

Fungsionalisme adalah sebuah pendekatan dalam ilmu sosial yang berfokus pada fungsi-fungsi sosial dari institusi dan praktik-praktik dalam masyarakat. Pendekatan ini melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait dan memiliki fungsi-fungsi tertentu untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Tokoh Utama

Emile Durkheim adalah tokoh utama dalam pengembangan teori fungsionalisme. Ia adalah seorang sosiolog Prancis yang mengembangkan teori fungsionalisme dalam memahami struktur dan fungsi sosial.

Fokus Utama

Fungsionalisme fokus pada analisis fungsi-fungsi sosial dari institusi dan praktik-praktik dalam masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami bagaimana institusi dan praktik-praktik tersebut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam fungsionalisme adalah analisis fungsional, yang melibatkan identifikasi fungsi-fungsi sosial dari institusi dan praktik-praktik dalam masyarakat. Peneliti akan melihat bagaimana institusi dan praktik-praktik tersebut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Contoh Aplikasi

Contoh aplikasi fungsionalisme adalah dalam studi sosiologi. Fungsionalisme digunakan untuk memahami bagaimana institusi seperti keluarga, pendidikan, dan agama berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan kelangsungan hidup masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan fungsionalisme, para peneliti dapat menganalisis fungsi-fungsi sosial dari institusi-institusi tersebut dan bagaimana mereka saling terkait dalam menjaga keseimbangan sosial.

Perbedaan dan Persamaan

Meskipun strukturalisme dan fungsionalisme memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami masyarakat, keduanya memiliki beberapa persamaan dan perbedaan yang penting.

Persamaan

  • Keduanya menganggap masyarakat sebagai sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait.
  • Baik strukturalisme maupun fungsionalisme fokus pada analisis struktur dan hubungan antara elemen-elemen dalam masyarakat.
  • Keduanya mengakui pentingnya memahami pola-pola dalam masyarakat dan bagaimana pola-pola tersebut membentuk makna dan fungsi dalam kehidupan sosial.

Perbedaan

  • Strukturalisme lebih berfokus pada analisis struktur sosial dan bagaimana elemen-elemen dalam struktur tersebut saling berhubungan, sedangkan fungsionalisme lebih berfokus pada analisis fungsi-fungsi sosial dari institusi dan praktik-praktik dalam masyarakat.
  • Strukturalisme lebih menekankan pada pemetaan dan analisis hubungan antara elemen-elemen dalam struktur sosial, sedangkan fungsionalisme lebih menekankan pada identifikasi fungsi-fungsi sosial dari institusi dan praktik-praktik dalam masyarakat.
  • Strukturalisme lebih sering digunakan dalam studi antropologi budaya, sedangkan fungsionalisme lebih sering digunakan dalam studi sosiologi.
  • Strukturalisme lebih menekankan pada analisis pola-pola dalam masyarakat, sedangkan fungsionalisme lebih menekankan pada analisis fungsi-fungsi sosial dalam masyarakat.

Kesimpulan

Strukturalisme dan fungsionalisme adalah dua pendekatan penting dalam ilmu sosial untuk memahami struktur dan fungsi masyarakat. Meskipun memiliki perbedaan dalam pendekatan dan fokus, keduanya sama-sama memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami masyarakat dan bagaimana elemen-elemen dan institusi dalam masyarakat saling berhubungan dan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Perbedaan mendasar Strukturalisme Fungsionalisme
Dipimpin oleh William Wundt William James
Tema/fokus utama Fokus pada struktur pikiran yaitu menganalisis pengeluaran kesadaran pada unsur-unsur pikiran seperti persepsi, sensasi dll. Fokus pada fungsi pikiran yaitu menganalisis “mengapa dan bagaimana” fungsi pikiran
Metode primer Introspeksi yaitu memeriksa dan menyadari kesadaran, perasaan dan emosi diri sendiri Berfokus pada aplikasi dengan bantuan pengujian mental dan metode perilaku.
Kritik Itu terlalu subyektif sehingga kurang dapat diandalkan. Juga, ini menempatkan banyak fokus pada perilaku internal, yang tidak dapat diamati dan diukur. Ini menempatkan banyak fokus pada hal-hal objektif dan mengabaikan subjektivitas proses berpikir individu.

Related Posts