Memahami Teori Kognitif Sosial dan Behaviorisme: Pengaruh Lingkungan dalam Perilaku Manusia

Pendahuluan:

Hai semuanya! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas dua teori psikologi yang penting dalam memahami perilaku manusia, yaitu teori kognitif sosial dan behaviorisme. Kedua teori ini memberikan wawasan yang berbeda tentang bagaimana lingkungan mempengaruhi perilaku manusia. Dalam artikel ini, mari kita jelajahi pengertian, prinsip, dan implikasi dari teori kognitif sosial dan behaviorisme.

Teori Kognitif Sosial: Memahami Perilaku Melalui Proses Kognitif

Teori kognitif sosial, yang dikembangkan oleh Albert Bandura, menekankan pentingnya proses kognitif dalam pembentukan perilaku manusia. Teori ini berfokus pada kekuatan interaksi antara faktor kognitif, sosial, dan lingkungan dalam membentuk perilaku. Menurut teori ini, manusia belajar melalui proses pengamatan dan imitasi orang lain, serta melalui pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

Dalam teori kognitif sosial, konsep kunci adalah persepsi diri dan keyakinan diri. Manusia tidak hanya belajar melalui pengalaman pribadi, tetapi juga melalui pengamatan orang lain dan akibat yang mereka alami. Contohnya, jika seseorang melihat orang lain diberi penguatan positif atas perilaku tertentu, mereka cenderung untuk meniru perilaku tersebut. Selain itu, keyakinan diri yang tinggi juga dapat mempengaruhi sejauh mana seseorang akan mengadopsi perilaku tertentu.

Behaviorisme: Fokus pada Stimulus dan Respons Eksternal

Teori behaviorisme, yang dikembangkan oleh B.F. Skinner, menganggap bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh stimulus eksternal dan respons yang dihasilkan. Menurut teori ini, manusia belajar melalui pengalaman dan penguatan. Behaviorisme menekankan bahwa perilaku dapat dimodifikasi melalui penggunaan penguatan positif dan negatif.

Dalam teori behaviorisme, stimulus yang diberikan pada seseorang akan menghasilkan respons tertentu. Jika respons tersebut diikuti oleh penguatan positif, maka perilaku tersebut akan diperkuat dan cenderung terulang. Sebaliknya, jika respons diikuti oleh konsekuensi negatif, perilaku tersebut cenderung akan dihentikan.

Implikasi dan Penerapan Teori Kognitif Sosial dan Behaviorisme:

Kedua teori ini memiliki implikasi yang penting dalam memahami dan mengubah perilaku manusia. Teori kognitif sosial menekankan pentingnya pengaruh lingkungan sosial dan proses kognitif dalam pembentukan perilaku. Dalam konteks ini, pendidikan dan pembelajaran dapat ditingkatkan dengan memberikan peran model yang baik dan memperkuat keyakinan diri individu.

Sementara itu, teori behaviorisme memberikan pemahaman tentang pengaruh stimulus dan penguatan dalam mengubah perilaku. Dalam konteks ini, penerapan penguatan positif dapat digunakan dalam pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat perilaku yang diinginkan.

Kesimpulan:

Teori kognitif sosial dan behaviorisme adalah dua teori psikologi yang penting dalam memahami perilaku manusia. Teori kognitif sosial menekankan proses kognitif dan interaksi sosial dalam membentuk perilaku, sementara behaviorisme fokus pada stimulus dan respons eksternal. Kedua teori ini memiliki implikasi yang berbeda dalam menyelidiki dan mengubah perilaku manusia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teori ini, kita dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip yang relevan dalam pendidikan, pelatihan, dan pembentukan perilaku manusia secara umum.

Perbedaan mendasar Teori Kognitif Sosial Behaviorisme
Pendukung Albert Bandur. BF Skinner, Ivan Pavlov dan John Watson.
Aplikasi Sosialisasi anak-anak dan pemodelan media. Pengobatan penyakit yang berhubungan dengan pikiran, seperti depresi.
Eksperimen berbingkai Eksperimen Bobo Doll dari Albert Bandura. ‘Little Albert’, percobaan anjing oleh Pavlov dan percobaan merpati dan tikus oleh Skinner.
Alam Sebuah teori pembelajaran. Pendekatan psikologis dan teori belajar.
Konsep inti Pembelajaran observasional, penentuan timbal balik triadik, dan efisiensi diri. Pengondisian klasik, perilaku stimulus-respons.
Sedang belajar Pembelajaran dilakukan melalui interaksi antara faktor lingkungan, perilaku dan pribadi. Belajar dilakukan melalui faktor lingkungan.

Related Posts