Utopia dan Distopia – Tabel Perbedaan mereka yang mendasar

Perbedaan mendasar

utopia

Distopia

Arti

Utopia adalah masyarakat imajiner yang tertata sempurna.

Distopia adalah masyarakat yang mengalami disorientasi dan kacau.

Ciri

Utopia adalah tanah yang damai dengan warga yang disiplin.

Situasi distopia tidak bersahabat dan penuh agitasi. Keributan tidak pernah membiarkan apa pun diatur.

Alegori

Utopia adalah presentasi surga.

Dystopia adalah presentasi neraka.

Fitur

Utopia itu sistematis, tenang, bersih, teratur, adil, dan segala sesuatunya terjadi dengan lancar di sana. Pemikiran independen dan kebebasan dapat dilihat dalam masyarakat utopis.

Distopia adalah keadaan kebalikan dari utopia. Itu tidak seimbang, kacau, tanpa hukum, kotor, dan keras. Propaganda digunakan untuk mengontrol warga masyarakat dystopian.

Pemerintah

Utopia tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun.

Dystopia diatur oleh pemerintahan tirani yang membuat warga di bawah pengawasan konstan.

Lingkungan

Utopia menampilkan konsep back-to-nature. Mereka melestarikan alam dan dunia alami.

Alam hancur dalam distopia. Masyarakat dystopian sangat maju dalam teknologi.

Istilah utopia dan distopia terkait dengan fiksi dan sastra. Istilah utopia diciptakan oleh Sir Thomas More dalam bukunya tahun 1516 berjudul “Utopia”. Kata-kata bertindak sebagai antonim satu sama lain.

Baik istilah maupun karakteristiknya telah digunakan dalam fiksi berkali-kali dan telah terbukti dapat diterima.

Utopia berbeda dengan Distopia:

Perbedaan antara Utopia dan distopia adalah Utopia adalah ketika masyarakat berada dalam keadaan ideal dan sempurna, dan distopia adalah kebalikan dari Utopia, yaitu ketika kondisi masyarakat sangat tidak menyenangkan dan kacau. Kedua masyarakat ini imajiner.

Utopia adalah keadaan masyarakat yang ideal, di mana tidak ada kesusahan yang terjadi. Masyarakat di sana penuh dengan prospek dan peluang, dan tidak ada orang yang tidak bahagia atau putus asa di sana. Masyarakat utopis memiliki kualitas yang hampir sempurna bagi warganya.

Dalam bukunya “Utopia”, Thomas More menggambarkan sebuah pulau fiksi dan aturan serta gaya hidupnya.

Distopia adalah kebalikan dari Utopia, di mana semuanya kacau dan tidak teratur, tidak ada yang baik di sana, dan sama sekali tidak diinginkan. Distopia menunjukkan kemunduran masyarakat. Masyarakat distopia tidak manusiawi, dipenuhi dengan pemerintahan tirani, dan menghadapi bencana lingkungan.

Tabel perbandingan:

Perbedaan mendasar

utopia

Distopia

Arti

Utopia adalah masyarakat imajiner yang tertata sempurna.

Distopia adalah masyarakat yang mengalami disorientasi dan kacau.

Ciri

Utopia adalah tanah yang damai dengan warga yang disiplin.

Situasi distopia tidak bersahabat dan penuh agitasi. Keributan tidak pernah membiarkan apa pun diatur.

Alegori

Utopia adalah presentasi surga.

Dystopia adalah presentasi neraka.

Fitur

Utopia itu sistematis, tenang, bersih, teratur, adil, dan segala sesuatunya terjadi dengan lancar di sana. Pemikiran independen dan kebebasan dapat dilihat dalam masyarakat utopis.

Distopia adalah keadaan kebalikan dari utopia. Itu tidak seimbang, kacau, tanpa hukum, kotor, dan keras. Propaganda digunakan untuk mengontrol warga masyarakat dystopian.

Pemerintah

Utopia tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun.

Dystopia diatur oleh pemerintahan tirani yang membuat warga di bawah pengawasan konstan.

Lingkungan

Utopia menampilkan konsep back-to-nature. Mereka melestarikan alam dan dunia alami.

Alam hancur dalam distopia. Masyarakat dystopian sangat maju dalam teknologi.

Pengertian Utopia?:

Seperti disebutkan di atas, Utopia adalah masyarakat imajiner yang diciptakan oleh Thomas More adalah masyarakat yang sangat harmonis yang merupakan masyarakat yang sangat diinginkan untuk ditinggali. Utopia dipandu oleh komunisme. Uang dihapuskan, dan warga melakukan pekerjaan yang mereka nikmati.

Warga negara benar-benar bebas di Utopia, memiliki kebebasan berbicara dan berpikir. Kekuasaan terbukti dikorupsi, sehingga masyarakat tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun.

Warga tidak diperlakukan sebagai tunggal di sini. Utopia adalah konsep yang menyatukan warga sebagai masyarakat, sebagai komunitas.

Warga bebas dari rasa takut. Mereka hidup dengan ramah satu sama lain. Harmoni berlaku di masyarakat ini. Utopia percaya pada konsep back-to-nature. Mereka melestarikan alam dan dunia alami.

Dalam hal teknologi, mereka merangkul beberapa inovasi teknologi yang meningkatkan pengalaman gaya hidup atau membuat pekerjaan menjadi nyaman. Tetapi masyarakat utopis tidak pernah bergantung sepenuhnya pada teknologi dan penemuannya. Mereka percaya teknologi adalah monster yang melahap umat manusia.

Warga Utopia memiliki sudut pandang moralistik. Mereka menjalani kehidupan yang jujur. Mereka merangkul dan mewujudkan cita-cita sosial. Beberapa contoh masyarakat utopis dapat dilihat dalam buku-buku seperti “Utopia” karya Thomas More dan “Gulliver’s Travels” karya Jonathan Swift.

Pengertian Distopia?:

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, distopia adalah anti-utopia. Dalam fiksi, kita sering melihat bahwa utopia berubah menjadi distopia seiring berjalannya waktu. Distopia benar-benar berantakan. Tidak ada yang baik di sana. Pemerintah, rakyat, semua orang rusak. Ini adalah mimpi buruk yang hidup.

Warga tidak bebas di sini. Mereka berada di bawah kendali pemerintahan tirani yang terus mengawasi warganya. Warga ketakutan, dan situasinya mengerikan dan mengerikan.

Dystopia menampilkan masyarakat kapitalis yang dikendalikan oleh produk, media, dan iklan. Setiap gerak dan pikiran warga berada di bawah pengawasan, dan mereka tidak memiliki sedikit pun kebebasan.

Isu bencana lingkungan juga bisa dilihat di sini. Dystopia sering terbukti sangat maju dalam teknologi. Beberapa fiksi menunjukkan bagaimana teknologi ilmiah mengambil alih manusia. Manusia membungkuk dan menjadi tidak manusiawi. Alam hancur dalam ilusi ini.

Beberapa contoh masyarakat dystopian dalam fiksi adalah “1984” dan “Peternakan Hewan” oleh George Orwell dan “Fahrenheit 451” karya Ray Bradbury.

Perbedaan Utama Antara Utopia dan Distopia:

  1. Utopia adalah masyarakat imajiner yang memiliki keteraturan dan harmoni yang sempurna, sedangkan distopia adalah ilusi anti utopis. Distopia benar-benar kacau.
  2. Utopia adalah masyarakat yang disiplin. Ini melambangkan surga. Dan di sisi lain, distopia sama sekali tidak memiliki disiplin. Ini melambangkan neraka.
  3. Orang-orang mandiri di Utopia. Mereka memiliki kebebasan. Namun dalam distopia, orang dikendalikan oleh propaganda. Mereka tidak gratis. Mereka selalu di bawah pengawasan pemerintah.
  4. Utopia adalah masyarakat yang sistematis. Itu tidak dikendalikan oleh sistem pemerintahan yang dibangun. Sedangkan distopia diatur oleh pemerintahan tirani.
  5. Dalam utopia, warga melestarikan alam, tetapi dalam distopia, alam hancur. Manusia menjadi tidak manusiawi dalam distopia dan sering diperlihatkan dipimpin oleh robot dan komputer.

Referensi:

  1. https://www.degruyter.com/document/doi/10.1515/9781400834952.1/html
  2. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1111/j.0435-3684.2002.00121.x

Saya telah berusaha keras menulis posting blog ini untuk memberikan nilai kepada Anda. Ini akan sangat membantu saya, jika Anda mempertimbangkan untuk membagikannya di media sosial atau dengan teman/keluarga Anda. BERBAGI ADALAH ♥️

Related Posts