Cinta dan Suka – Tabel Perbedaan mereka yang mendasar

Perbedaan mendasar

Cinta

Suka

Apa itu

Cinta adalah kasih sayang pribadi yang berasal dari kebajikan luhur yang positif.

Suka adalah ketertarikan emosional yang dirasakan seseorang terhadap orang, objek, atau ideologi lain.

Jenis

Cinta pendamping, cinta tergila-gila, cinta sempurna, cinta tak berbalas, cinta sopan, cinta kosong, dan cinta diri.

Suka visual, suka logis, dan suka emosional.

Bersama waktu

Cinta tumbuh lebih kuat

Suka terkikis

Nilai

Bentuk emosi tanpa syarat

bentuk kondisional dari emosi

Pemisahan

Menyebabkan trauma dan depresi yang mendalam

Menyebabkan kesedihan

Cinta dan suka adalah dua emosi yang dimiliki setiap manusia. Meski merupakan aktivitas saraf, namun emosi ini meningkatkan kasih sayang, kebaikan, dan hasrat di dalam hati.

Aktivitas kedua emosi ini memotivasi seseorang untuk peduli terhadap hal-hal yang dicintainya dan mendorongnya untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkannya.

Kedua emosi ini sangat kuat dan banyak orang sering percaya bahwa dia jatuh cinta pada hal yang disukainya. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Cinta dan suka adalah dua jenis emosi yang berbeda dan mereka mendorong orang dengan cara yang berbeda.

Cinta berbeda dengan Suka:

Perbedaan antara cinta dan suka adalah cinta adalah kasih sayang pribadi yang berasal dari kebajikan luhur yang positif dan sejenis bentuk emosi tanpa syarat yang tumbuh semakin kuat seiring berjalannya waktu; sedangkan suka adalah ketertarikan emosional yang dirasakan seseorang terhadap orang lain, objek, atau ideologi dan sejenis bentuk emosi bersyarat yang terkikis seiring waktu.

Perbedaan mendasar

Cinta

Suka

Apa itu

Cinta adalah kasih sayang pribadi yang berasal dari kebajikan luhur yang positif.

Suka adalah ketertarikan emosional yang dirasakan seseorang terhadap orang, objek, atau ideologi lain.

Jenis

Cinta pendamping, cinta tergila-gila, cinta sempurna, cinta tak berbalas, cinta sopan, cinta kosong, dan cinta diri.

Suka visual, suka logis, dan suka emosional.

Bersama waktu

Cinta tumbuh lebih kuat

Suka terkikis

Nilai

Bentuk emosi tanpa syarat

bentuk kondisional dari emosi

Pemisahan

Menyebabkan trauma dan depresi yang mendalam

Menyebabkan kesedihan

Cinta adalah kasih sayang pribadi yang berasal dari kebajikan luhur yang positif. Menurut berbagai ahli fisiologi, manusia harus memiliki kebaikan, kasih sayang, dan kasih sayang untuk merasakan emosi cinta.

Cinta adalah emosi yang dapat mempengaruhi siapa saja kapan saja. Tidak ada waktu khusus ketika seseorang jatuh cinta pada sesuatu. Bahkan dengan kemajuan teknologi modern, para ilmuwan belum menemukan alasan khusus di balik cinta.

Namun, para filsuf modern telah membagi berbagai jenis cinta. Ini adalah cinta pendamping, cinta tergila-gila, cinta yang sempurna, cinta tak berbalas, cinta sopan, cinta kosong, dan cinta diri.

Cinta yang dirasakan orang tua kepada anak-anaknya dan cinta kepada pasangan adalah salah satu bentuk cinta yang paling kuat. Jenis cinta ini tetap bersama seseorang untuk waktu yang lama dan semakin kuat seiring waktu.

Cinta adalah salah satu jenis emosi yang tidak bergantung pada kesempurnaan. Ketika seseorang mencintai sesuatu, mereka melihat melampaui nilai materi mereka. Kesempurnaan atau ketidaksempurnaan apa pun tidak mengubah nilainya bagi kekasih. Dalam banyak contoh, telah ditemukan bahwa seseorang mungkin mencintai sesuatu yang tidak sempurna lebih dari apapun. Cinta benar-benar merupakan bentuk emosi tanpa syarat.

Perpisahan atau kepergian dari orang atau objek yang dicintai dapat menyebabkan trauma dan depresi yang mendalam. Mungkin butuh waktu lama bagi seseorang untuk pulih dari depresi ini. Perilaku ini biasa terlihat ketika seseorang kehilangan pasangannya atau seorang ibu kehilangan anak-anaknya.

Suka adalah ketertarikan emosional yang dirasakan seseorang terhadap orang, objek, atau ideologi lain. Ini adalah bentuk keinginan yang mendalam. Meskipun suka adalah kecenderungan pribadi tetapi berbagai pengaruh sosial dapat mempengaruhi preferensi ini.

Untuk itu berbagai perusahaan memilih taktik pemasaran dan periklanan yang menarik untuk mempengaruhi kesukaan masyarakat.

Menurut berbagai filsuf, suka dapat dibagi menjadi tiga jenis. Ini adalah suka visual, suka logis, dan suka emosional. Kesukaan visual berasal dari daya tarik suatu objek atau seseorang.

Sebagian besar komoditas yang tersedia di pasar termasuk dalam kategori ini. Kesukaan logis berasal dari penalaran yang dapat diterima. Sebagian besar ideologi yang disukai siapa pun termasuk dalam kategori ini.

Namun, suka emosional bergantung pada keterikatan yang penuh gairah. Hubungan romantis termasuk dalam kategori ini.

Waktu memainkan peran penting dalam ketertarikan emosional ini. Tautan untuk suatu objek atau seseorang dapat terkikis seiring waktu. Seseorang menyukai apa pun mungkin tidak menyukainya di masa depan.

Karena alasan ini, seiring berjalannya waktu, banyak orang dengan cepat mengubah kecintaan mereka pada bintang film dan bintang olahraga.

Suka membandingkan satu objek dengan objek lainnya dan terus menerus mencari kesempurnaan. Kebanyakan orang tidak menyukai objek apa pun atau orang yang tidak sempurna. Suka adalah sejenis bentuk emosi bersyarat.

Kebanyakan orang merasakan kesedihan ketika pergi dari objek atau orang yang menyenangkan. Namun, mereka pulih dengan cepat. Karena banyak orang pulih dari perpisahan mereka dan melanjutkan hidup mereka.

Saya telah berusaha keras menulis posting blog ini untuk memberikan nilai kepada Anda. Ini akan sangat membantu saya, jika Anda mempertimbangkan untuk membagikannya di media sosial atau dengan teman/keluarga Anda. BERBAGI ADALAH ♥️

Related Posts