Nyeri Punggung dan Terapi Fisik

Pakar nyeri Dr. Scott Fishman menjawab pertanyaan tentang nyeri punggung:

T: Bagaimana terapi fisik meredakan nyeri punggung kronis?

J: Tidak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan ini karena tidak ada satu jenis terapi fisik (PT). Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa PT bukanlah obat ajaib untuk nyeri punggung bawah akut, PT dapat menawarkan banyak manfaat bagi mereka yang menderita nyeri punggung kronis. Itu juga dapat mencegah masalah sebelum muncul. Secara keseluruhan, PT berusaha untuk meningkatkan fungsi dan meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan sakit punggung.

Alih-alih menjanjikan “penyembuhan” lain yang mungkin gagal, PT untuk nyeri punggung bawah kronis mengajarkan pasien bagaimana mengelola rasa sakit mereka sendiri. Ini menawarkan cara untuk mengatasi rasa sakit, serta teknik bagi pasien untuk meminimalkan dampak rasa sakit pada kehidupan mereka. Saya percaya bahwa pasien melakukan yang terbaik ketika mereka mengendalikan kondisi mereka sendiri dan menghindari terlalu fokus pada kemungkinan penyembuhan ajaib atau penyelamatan medis.

Salah satu hambatan terbesar untuk aktivitas normal adalah disorganisasi. Nyawa pasien nyeri mungkin menjadi hilang dan tidak terstruktur. Akibatnya, mereka tidak mengatur kecepatan diri sendiri, entah melakukannya secara berlebihan saat merasa senang atau menjadi lembam saat terluka. Rasa sakit mereka mengesampingkan pekerjaan, rutinitas sehari-hari, kehidupan sosial, dan hobi. Dengan demikian, inti dari PT adalah program dan jadwal untuk mengelola rasa sakit sambil secara bertahap kembali ke kehidupan yang aktif.

Meningkatkan fungsi dan meningkatkan kualitas hidup melalui gerakan adalah jantung dari PT. Dulu, PT dipandang sebagai lauk dalam menu pengobatan nyeri. Hari ini, sering menjadi hidangan utama. Terapis fisik pertama-tama akan menilai nyeri punggung pasien dan memberikan pemeriksaan langsung, mencari tahu bagaimana nyeri telah mengubah cara berjalan, postur, toleransi duduk, fleksibilitas, dan kekuatan otot seseorang.

Terapis akan mendapatkan perspektif yang baik tentang bagaimana rasa sakit telah memengaruhi kesehatan, sikap, dan rutinitas sehari-hari pasien secara keseluruhan (seperti kemampuan membawa belanjaan, berjalan, atau melakukan pekerjaan rumah ringan). Penilaian ini memberikan dasar dari mana terapis dapat menilai kemajuan dan kontrol pasien atas rasa sakitnya.

Terapis dan pasien bersama-sama memetakan program kegiatan yang dirancang untuk mengatasi setiap gangguan yang disebabkan oleh rasa sakit. Kegiatan ini mungkin termasuk duduk dengan postur tubuh yang lebih baik untuk jangka waktu tertentu setiap hari dan secara bertahap meningkatkan waktu ini.

Mereka mungkin termasuk mengompres punggung beberapa kali sepanjang hari, berjalan beberapa kali sehari, dan menyelesaikan serangkaian fleksi pinggul dan latihan panggul. Seorang terapis dapat menggunakan traksi untuk membantu meningkatkan gerakan punggung bawah, terutama bila ada tanda-tanda degenerasi diskus. Traksi belum tentu merupakan obat atau perawatan nyeri tetapi cara untuk meredakan stres punggung dan memungkinkan seseorang untuk bergerak lebih bebas.

Tanda terbaik keberhasilan PT adalah peningkatan nyata dalam aktivitas sehari-hari pasien dan kemampuan untuk mendapatkan kembali rutinitas normal. Keuntungan cepat tidak berguna kecuali mereka bertahan. Kuncinya adalah meningkatkan dan memperbaiki aktivitas secara bertahap, agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut dan kesuksesan jangka panjang tercapai.

Related Posts