Bau Mulut: Masalah kuno dengan beberapa solusi modern

Masalah bau mulut telah ada selama ribuan tahun. Itu ditulis dalam Talmud Yahudi, literatur Yunani dan Romawi kuno, dan pada awal 850 M, literatur Islam menawarkan beberapa penjelasan tentang asal usul gigi serta “nafas busuk”. Masalah lama ini memiliki banyak penyebab, namun diperkirakan 85% kasus, baunya berasal dari mulut. Dalam kasus lainnya, hidung, amandel, dan penyakit lainnya berkontribusi pada bau mulut. Perawatan untuk bau mulut harus mengatasi sumber masalahnya.

Bila mulut menjadi penyebab bau mulut, makanan, kebiasaan mulut dan kesehatan gigi harus diperiksa terlebih dahulu. Makanan atau minuman seperti bawang putih, bawang merah dan kopi, serta kebiasaan seperti merokok dan mengunyah tembakau dapat menyebabkan bau mulut. Masalah gigi seperti gigi patah yang memerangkap makanan, gigi yang terinfeksi hingga abses, atau penyakit periodontal (gusi) yang tidak dirawat adalah penyebab umum bau mulut.

Jika gigi dan gusi sehat, kemungkinan besar penyebabnya adalah lidah. Bagian belakang, bagian atas lidah adalah penyebab bau mulut yang umum dan sering diabaikan. Ada spekulasi bahwa tetesan postnasal kronis yang terkumpul di lidah disusupi oleh bakteri yang menyebabkan bau. Menyikat lidah, atau menggunakan pengikis lidah seringkali dapat meringankan sumber ini. Orang yang memakai gigi palsu tanpa melepasnya di malam hari atau membersihkannya dengan benar dapat mengalami bau mulut.

Kebersihan mulut yang baik, menyikat setidaknya tiga kali sehari dan flossing sekali sehari sangat penting untuk melawan bau mulut. Mungkin bermanfaat untuk mengunyah permen karet tanpa gula dan minum air sepanjang hari untuk melembabkan mulut, yang dapat mengurangi bau mulut. Jika bau tetap ada setelah gigi, gusi, dan lidah bersih dan sehat, obat kumur antibiotik seperti Peridex dapat diresepkan. Jika tidak satu pun dari langkah-langkah ini berhasil, konsultasikan dengan dokter medis untuk mencari penyebab potensial lainnya.

Hidung adalah penyebab paling umum kedua dari bau mulut. Infeksi sinus atau polip dapat menyebabkan bau mulut, begitu juga dengan anak-anak yang memasukkan benda asing ke dalam hidung. Amandel mungkin menjadi penyebab bau mulut pada beberapa orang; terutama jika batu tonsil kecil yang disebut tonsillolith terbentuk dan terkumpul di lidah.

Beberapa penyebab bau mulut non-gigi lainnya termasuk infeksi pernapasan, gagal ginjal, beberapa jenis kanker, dan gangguan lainnya. Salah satu kelainan langka yang menyebabkan bau mulut dan rasa amis adalah trimetilaminuria. Perut dan usus biasanya dianggap sebagai penyebab bau mulut, tetapi sebenarnya tidak demikian. Kerongkongan biasanya tertutup, mencegah bau dari perut dan usus mencapai mulut.

Bau mulut adalah topik sensitif yang harus didiskusikan dengan dokter gigi Anda. Dokter gigi Anda dapat membantu menemukan penyebab yang paling mungkin dan membantu meringankan masalah.

Related Posts