Apakah iklan benar-benar membuat anak-anak mulai merokok?

Iklan Marlboro Man yang terkenal mendapat kecaman di akhir tahun 90-an setelah banyak yang mengklaim bahwa karakter tersebut menyebabkan anak-anak merokok. Lihat lebih banyak gambar obat. Matias Nieto/Cover/Getty Images

Pembicaraan tentang merokok sebagai masalah kesehatan masyarakat seringkali mengarah pada topik iklan tembakau, apalagi jika pembahasannya berfokus pada anak-anak dan iklan rokok. Subjek tersebut merupakan poin yang sangat terlihat dalam tuntutan hukum negara bagian versus tembakau besar pada akhir 1990-an, karena penggugat berpendapat bahwa iklan tembakau tidak hanya mendorong lebih banyak orang untuk merokok, tetapi juga secara khusus mendorong anak-anak untuk merokok.

Apakah iklan tembakau benar-benar menyebabkan anak-anak mulai merokok? Apakah karakter seperti Marlboro Man dan Joe Camel dirancang untuk menargetkan anak-anak, bukan orang dewasa yang menurut perusahaan tembakau ingin mereka jangkau dengan iklan mereka? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Studi penelitian dapat memberi kita gambaran tentang kekuatan iklan tembakau, serta kerumitan menghubungkannya dengan perokok di bawah umur. Sebuah survei yang diterbitkan pada Februari 2011 mencatat bahwa beberapa negara mengalami penurunan tingkat merokok di seluruh populasi setelah mereka melarang iklan tembakau. Studi yang sama, bagaimanapun, mencatat bahwa pembatasan yang lebih ringan, seperti membatasi seberapa dekat iklan tembakau di luar ruangan dengan sekolah, berdampak kecil pada perokok di bawah umur. Studi tersebut mencatat bahwa, bahkan di usia muda, anak-anak seringkali memiliki penalaran dan ingatan untuk mempertahankan iklan yang menarik — intinya, pesan dari satu iklan tembakau yang efektif dapat bertahan lama setelah anak melihatnya [sumber: Willemsen ].

Kekuatan iklan tembakau sudah jelas, tetapi pertanyaan yang lebih suram adalah apakah perusahaan secara khusus menargetkan iklan mereka pada anak-anak dan remaja. Kesaksian dari kedua sisi argumentasi tersebut banyak terdengar selama persidangan tembakau tahun 1990-an. Tapi poin kuncinya membuat maksud yang direncanakan dari iklan tembakau menjadi tidak relevan: Remaja mungkin melihat iklan yang dirancang untuk menargetkan orang dewasa dan lebih mudah menerima mereka hanya karena usia mereka. Remaja, karena sejumlah faktor, cenderung menjadi sasaran empuk iklan tembakau. Baca terus untuk mempelajari lebih lanjut.

Related Posts