Cara Kerja Facelift

Foto milik Pusat Bedah Plastik Santa Barbara

Tidak ada yang bisa menghentikan proses penuaan. Tetapi bagi mereka yang memiliki uang dan motivasi, operasi kosmetik dapat membalikkan setidaknya sebagian kerusakan waktu. Banyak orang rela membayar mahal demi penampilan yang lebih awet muda. Lebih dari 150.000 orang di Amerika Serikat melakukan facelift pada tahun 2004, menurut The American Society for Aesthetic Plastic Surgery [ref].

Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana para ahli bedah plastik menjanjikan kemudaan dalam bentuk operasi pengencangan wajah . Kita akan mempelajari bagaimana prosedur dilakukan, seberapa dramatis hasilnya, dan risiko apa yang terlibat. Namun sebelum masuk ke facelift, mari kita lihat bagaimana usia kulit wajah kita.

Kulit mengalami banyak perubahan seiring bertambahnya usia. Sel membelah lebih lambat. Dermis , atau lapisan bawah kulit, menjadi lebih tipis . Ini terdiri dari beberapa jenis jaringan, termasuk elastin dan kolagen . Elastin memberikan elastisitas pada kulit, dan kolagen menjaga kulit tetap kencang. Akhirnya kedua protein ini mulai rusak, menyebabkan kulit menjadi kendur. Hilangnya elastisitas membuat kulit dan jaringan di bawahnya lebih rentan terhadap efek gravitasi. Alih-alih melompat ke belakang saat ditarik, kulit malah kendur. Selain itu, komposisi otot dan jaringan di bawah kulit berubah, menyebabkan keriput.

Facelift tidak dapat sepenuhnya menghapus tanda-tanda penuaan, dan tidak dapat memperbaiki semua masalah — misalnya kelopak mata yang kendur, alis mata, atau perubahan warna kulit. Untuk memperbaiki masalah ini, pasien perlu menjalani prosedur lain (seperti eye lift, brow lift, atau chemical peel).

Di bagian selanjutnya, kita akan mempelajari dengan tepat apa yang terjadi selama prosedur pengencangan wajah.

Related Posts