Bisakah Anda benar-benar merasakan cuaca di tulang Anda?

Beberapa penelitian, meski tidak semuanya, tampaknya mendukung hubungan antara perubahan cuaca dan rasa sakit fisik. Gambar BSIP/UIG/Getty

Sebagian besar dari kita mengenal orang itu. Atau kita adalah orang itu. Orang yang percaya bahwa dia dapat memprediksi salju, hujan, atau peristiwa cuaca apa pun hanya dengan saat tubuh mereka – khususnya persendian mereka – lebih sakit. Pertanyaannya, apakah penilaian tersebut akurat? Bisakah seseorang benar-benar meramalkan cuaca dari sensasi fisik seperti sakit dan nyeri?

Orang-orang akan bersumpah untuk mengalami gejolak terkait cuaca. Selanjutnya, sejumlah penelitian dan survei tampaknya mendukung klaim tersebut. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mayat pun mengalami perubahan tekanan sendi ketika tekanan barometrik berubah [sumber: Goodman].

Namun, di antara yang hidup, mereka yang mengalami peringatan cuaca fisik cenderung adalah mereka yang memiliki kecenderungan terhadap masalah persendian. Misalnya, orang dengan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis (RA) secara teratur melaporkan reaksi fisik terhadap cuaca. RA adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada jaringan sendi dan dapat menyebabkan tulang rawan sendi terkikis. Gejala umum penyakit ini adalah kekakuan sendi di pagi hari; penderita RA cenderung melaporkan lebih banyak hal ini pada hari-hari ketika cuaca berubah [sumber: NIH].

Alasan sensasi ini tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa ahli percaya bahwa peningkatan tekanan barometrik menambah kekuatan pada tubuh, yang dapat menyebabkan pembengkakan jaringan sendi yang menyakitkan. Namun, penjelasan ini tidak menjelaskan mengapa suhu juga memengaruhi nyeri sendi terkait cuaca. Sebuah studi Universitas Tufts tahun 2007 menemukan bahwa nyeri radang sendi meningkat secara bertahap setiap kali suhu di luar turun 10 derajat Fahrenheit (5,6 derajat Celcius) [sumber: Goodman].

Mereka yang hidup dengan radang sendi bukan satu-satunya yang merasa lebih sakit saat cuaca berubah. Mereka yang menderita sakit punggung atau yang pernah menderita cedera tulang dan sendi di masa lalu cenderung memperhatikan perbedaannya juga. Tetapi beberapa peneliti meragukan keakuratan kejadian tersebut. Sebuah studi Australia tahun 2014 yang diterbitkan dalam Arthritis Care & Research tidak menemukan hubungan antara nyeri punggung dan fenomena cuaca. Namun, para peneliti mengakui bahwa diperlukan lebih banyak penelitian – terutama mengingat jumlah orang yang melaporkan sendiri rasa sakit yang berhubungan dengan cuaca.

Teruslah membaca untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang cuaca dan rasa sakit.

Related Posts