Susu Kambing

Karena alasan kesehatan dan lingkungan, telah terjadi peningkatan minat terhadap susu kambing sebagai alternatif susu sapi. Proses pembuatan susu kambing pada umumnya lebih murah dan mungkin berdampak lebih kecil terhadap lingkungan. Selain susu, orang juga melihat penggunaan susu kambing sebagai bahan dasar mentega dan keju. Anda mungkin menemukan susu kambing sekarang lebih sering di toko bahan makanan seiring dengan meningkatnya permintaan. Di seluruh dunia, penggunaan susu kambing sebenarnya lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi. Meskipun susu sapi dan kambing memiliki komposisi dasarnya yang serupa, susu kambing memang memberikan beberapa manfaat dibandingkan susu sapi.

Orang dengan intoleransi laktosa tidak dapat mengolah gula yang secara alami ditemukan dalam susu. Akibatnya, mereka mungkin mengalami kembung, kram, diare, dan peningkatan gas. Karena susu kambing memiliki laktosa sedikit lebih sedikit daripada susu sapi, beberapa orang mungkin menganggap susu kambing lebih mudah dicerna.

Ada beberapa perbedaan antara susu sapi dan susu kambing dalam hal vitamin dan mineral. Susu sapi memiliki lebih banyak kalsium, vitamin A, vitamin B6 (riboflavin), vitamin B-12, asam folat, dan potasium. Susu kambing memiliki lebih banyak niasin, tembaga, dan antioksidan selenium.

Susu kambing adalah sumber protein berkualitas tinggi yang baik dan memiliki jumlah protein yang hampir sama dengan susu sapi. Protein dalam susu kambing bereaksi dengan asam lambung membentuk dadih lunak yang lebih mudah dicerna. Akibatnya, susu diproses lebih cepat dan mungkin tidak bertahan lama di perut, yang dapat menurunkan refluks. Ada juga lebih sedikit kasein dalam susu kambing, yang mungkin membuatnya kurang alergi.

Susu kambing mengandung sedikit lebih banyak lemak daripada susu sapi. Namun, susu kambing mengandung asam lemak rantai pendek dan rantai sedang yang lebih mudah dicerna. Karena susu kambing tidak mengandung aglutinin, yaitu protein yang terdapat pada susu sapi, maka tidak perlu dihomogenkan. Gumpalan lemak pada susu kambing tidak berkelompok seperti pada susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Dengan banyaknya bayi yang bermasalah dengan intoleransi susu formula, susu formula kambing bisa menjadi pilihan alternatif. Yang terbaik adalah mencoba formula berbahan dasar kedelai atau formula hipoalergenik terlebih dahulu. Dengan bantuan dokter anak dan ahli gizi Anda, susu formula kambing mungkin merupakan alternatif yang aman, tetapi biasanya membutuhkan nutrisi tambahan.

Susu kambing dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi bagi yang membutuhkan. Susu kambing memiliki beberapa sifat yang dapat membuatnya lebih mudah dicerna dan tidak menimbulkan alergi. Namun, penting untuk diingat beberapa perbedaan kandungan vitamin.

Related Posts