Kebiasaan

Kebiasaan, tindakan yang dipelajari atau bentuk perilaku lain yang diulang cukup sering sehingga menjadi respons otomatis terhadap stimulus atau situasi tertentu. Rantai kebiasaan atau keterampilan motorik terlibat dalam berjalan, menulis, berenang, dan sejenisnya. Tidak seperti kebiasaan, naluri dan tindakan refleks yang sebenarnya tidak dipelajari tetapi diwariskan. Akan tetapi, refleks terkondisi, atau respons terkondisi, diperoleh, seperti halnya kebiasaan.

Kebiasaan dapat diperoleh dengan pengulangan secara sadar dan keinginan untuk mencapai kemahiran dalam suatu aktivitas. Seseorang yang belajar berenang mengamati dan meniru gerakan orang lain. Mula-mula dia berkonsentrasi pada pernapasannya dan pada gerakan lengan dan kakinya. Namun, dengan pengalaman, dia belajar membuat gerakan ini hampir secara otomatis.

Banyak kebiasaan diperoleh, seringkali tanpa disadari, dari pengaruh lingkungan. Seorang anak, misalnya, setelah mendengar orang lain terus-menerus menggunakan frasa yang tidak berarti, seperti “kamu tahu”, mungkin mulai menggunakannya sendiri sedemikian rupa sehingga penggunaannya menjadi kebiasaan. Beberapa kebiasaan berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan bawah sadar seseorang. Mengisap jempol dan menggigit kuku, misalnya, biasanya merupakan upaya untuk meredakan ketegangan yang tidak disadari oleh individu tersebut. Kebiasaan seperti itu biasanya hilang ketika ketegangan yang menyebabkannya ditemukan dan dihilangkan.

Sebagian besar kebiasaan melayani tujuan yang diperlukan. Sederhana, tindakan rutin yang dilakukan biasanya meninggalkan penalaran dan proses mental yang lebih tinggi lainnya bebas untuk memecahkan masalah yang kompleks atau untuk memberikan kesenangan. Kebiasaan juga berperan dalam mengatasi keadaan darurat; Pengemudi mobil berpengalaman, misalnya, akan langsung menginjak rem saat ada anak melesat di depan mobil.

Alkoholisme dan kecanduan narkoba dan tembakau sering disebut kebiasaan. Istilah kebiasaan, bagaimanapun, dengan tepat mengacu pada tanggapan yang didasarkan pada kebutuhan emosional atau intelektual daripada kebutuhan organik. Kecanduan alkohol atau obat-obatan adalah gejala dari masalah kepribadian, tetapi konsumsi zat-zat tersebut secara berulang-ulang menimbulkan kebutuhan organik dalam tubuh.

Related Posts