Perbedaan Audit dan Review

Pernahkah kamu melihat laporan keuangan sebuah perusahaan dan bertanya-tanya seberapa percaya diri kita bisa mempercayainya—apakah angka-angka itu sudah benar-benar diperiksa atau hanya sekadar ditelaah sepintas?
Dalam dunia akuntansi dan keuangan ada dua proses pemeriksaan yang sering muncul: audit, yaitu pemeriksaan mendalam yang memberikan opini independen tentang kewajaran laporan keuangan; dan review, pemeriksaan yang lebih ringkas yang hanya memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak ada perubahan material yang perlu dibuat. Mengetahui perbedaan keduanya membantu kamu memahami tingkat kredibilitas laporan keuangan dan mengapa beberapa laporan disertai laporan auditor sementara yang lain tidak.
Bayangkan kamu bisa menjelaskan kepada teman atau guru mengapa sebuah perusahaan besar wajib diaudit, atau mengapa usaha kecil mungkin hanya menjalani review — memahami perbedaan audit dan review membuatmu terlihat paham saat diskusi pelajaran ekonomi, akuntansi, atau ketika menilai laporan keuangan untuk tugas proyek.
Teruskan membaca untuk mendapat penjelasan singkat dan jelas tentang tujuan, ruang lingkup, bukti yang dikumpulkan, hasil yang diberikan, serta contoh praktis kapan sebuah laporan biasanya diaudit atau direview — agar kamu cepat paham dan siap menjelaskan ke orang lain.

Definisi Audit

Audit adalah pemeriksaan sistematis atas laporan keuangan dan operasi terkait suatu organisasi, yang dilakukan oleh auditor independen. Tujuan utama audit adalah memberikan keyakinan tingkat tinggi bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Audit biasanya dilakukan sesuai dengan standar audit yang telah ditetapkan, seperti Standar Audit yang Berlaku Umum (GAAS) atau Standar Audit Internasional (ISA).

  • Penjelasan Ilustratif : Bayangkan sebuah perusahaan besar, XYZ Corp., yang menyusun laporan keuangan tahunannya. Untuk memastikan keakuratan dan keandalan laporan keuangan ini, XYZ Corp. menunjuk sebuah firma audit independen. Auditor melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap catatan keuangan, pengendalian internal, dan dokumentasi pendukung. Mereka melakukan berbagai pengujian, seperti memverifikasi transaksi, mengonfirmasi saldo akun dengan pihak ketiga, dan menilai keseluruhan proses pelaporan keuangan. Setelah menyelesaikan audit, auditor mengeluarkan opini tentang apakah laporan keuangan menyajikan gambaran yang benar dan wajar tentang posisi keuangan perusahaan. Proses ini memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada para pemangku kepentingan, seperti investor dan kreditor, terhadap laporan keuangan.

Tujuan Audit

  1. Jaminan : Untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
  2. Kepatuhan : Untuk memastikan bahwa organisasi mematuhi standar akuntansi dan persyaratan peraturan yang berlaku.
  3. Evaluasi Pengendalian Internal : Untuk menilai efektivitas pengendalian internal organisasi dan proses manajemen risiko.
  4. Deteksi Penipuan : Untuk mengidentifikasi potensi penipuan atau penyimpangan dalam proses pelaporan keuangan.

Definisi Ulasan

Tinjauan adalah pemeriksaan yang kurang komprehensif terhadap laporan keuangan suatu organisasi dibandingkan audit. Tinjauan ini dilakukan oleh akuntan independen dan memberikan keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Tinjauan biasanya dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, seperti Pernyataan Standar untuk Layanan Akuntansi dan Tinjauan (SSARS) di Amerika Serikat atau Standar Internasional tentang Penugasan Tinjauan (ISRE).

  • Penjelasan Ilustratif : Pertimbangkan sebuah usaha kecil, ABC Enterprises, yang menyusun laporan keuangan triwulanannya. Untuk memberikan tingkat kepastian tertentu kepada para pemangku kepentingan tanpa prosedur audit yang ekstensif, ABC Enterprises menunjuk seorang akuntan independen untuk melakukan peninjauan. Akuntan tersebut melakukan pemeriksaan kepada manajemen, melakukan prosedur analitis, dan meninjau laporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan kewajarannya. Meskipun akuntan tidak melakukan pengujian terperinci atas transaksi atau pengendalian internal, mereka memberikan laporan yang menunjukkan bahwa tidak ada temuan yang menunjukkan bahwa laporan keuangan tersebut mengandung salah saji material. Proses ini memberikan tingkat kepastian yang moderat kepada para pemangku kepentingan, tetapi tidak selengkap audit.

Tujuan Tinjauan

  1. Jaminan Terbatas : Untuk memberikan tingkat jaminan moderat bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
  2. Efisiensi : Untuk menawarkan alternatif audit yang hemat biaya bagi organisasi yang mungkin tidak memerlukan prosedur audit yang luas.
  3. Wawasan Manajemen : Memberikan umpan balik kepada manajemen mengenai proses pelaporan keuangan dan area mana saja yang perlu diperbaiki.

Perbedaan Utama Antara Audit dan Review

Untuk meringkas perbedaan antara audit dan tinjauan, kami dapat menyoroti poin-poin utama berikut:

  1. Tingkat Jaminan :
    • Audit : Memberikan tingkat kepastian yang tinggi (keyakinan yang wajar) bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
    • Tinjauan : Memberikan tingkat keyakinan terbatas (keyakinan moderat) bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
  2. Ruang Lingkup Pekerjaan :
    • Audit : Melibatkan pemeriksaan menyeluruh atas laporan keuangan, termasuk pengujian terperinci atas transaksi, pengendalian internal, dan dokumentasi pendukung.
    • Tinjauan : Melibatkan penyelidikan dan prosedur analitis tetapi tidak termasuk pengujian terperinci atau verifikasi transaksi.
  3. Prosedur :
    • Audit : Memerlukan prosedur yang luas, termasuk konfirmasi saldo akun, pemeriksaan pengendalian internal, dan pengujian substantif.
    • Tinjauan : Melibatkan terutama prosedur analitis dan penyelidikan dengan manajemen, tanpa pengujian transaksi secara terperinci.
  4. Biaya dan Waktu :
    • Audit : Umumnya lebih memakan waktu dan biaya karena prosedur yang terlibat luas.
    • Ulasan : Biasanya kurang memakan waktu dan lebih hemat biaya, sehingga cocok untuk organisasi yang lebih kecil atau mereka yang memiliki laporan keuangan yang kurang rumit.
  5. Pelaporan :
    • Audit : Menghasilkan opini audit, yang memberikan pernyataan yang jelas mengenai kewajaran laporan keuangan.
    • Tinjauan : Menghasilkan laporan tinjauan, yang memberikan keyakinan terbatas dan menunjukkan bahwa tidak ada hal yang menarik perhatian akuntan yang menunjukkan salah saji material.

Contoh Ilustrasi

  1. Contoh Audit :
    • Perusahaan yang diperdagangkan secara publik, Global Tech Inc., diwajibkan oleh hukum untuk mengaudit laporan keuangannya setiap tahun. Sebuah firma audit independen dilibatkan untuk melakukan audit. Auditor melakukan prosedur yang ekstensif, termasuk menguji pengakuan pendapatan, memverifikasi jumlah inventaris, dan menilai efektivitas pengendalian internal. Setelah menyelesaikan audit, auditor mengeluarkan opini tanpa pengecualian, yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan pandangan yang benar dan wajar tentang posisi keuangan perusahaan. Audit ini memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada para pemangku kepentingan terhadap laporan keuangan.
  2. Contoh Ulasan :
    • Sebuah organisasi nirlaba lokal, Helping Hands, menyiapkan laporan keuangannya untuk tahun tersebut. Untuk memberikan kepastian kepada para donatur dan anggota dewannya, organisasi tersebut memilih untuk melakukan peninjauan alih-alih audit penuh. Seorang akuntan independen melakukan peninjauan dengan mengajukan pertanyaan kepada manajemen tentang laporan keuangan, melakukan prosedur analitis untuk menilai tren, dan meninjau laporan untuk mengetahui konsistensinya. Akuntan tersebut menerbitkan laporan peninjauan yang menyatakan bahwa tidak ada hal yang menarik perhatian mereka yang mengindikasikan bahwa laporan keuangan tersebut salah saji secara material. Peninjauan ini memberikan tingkat kepastian yang moderat kepada para pemangku kepentingan tanpa prosedur audit yang ekstensif.

Berikut adalah tabel yang merinci perbedaan antara audit dan review, dua jenis pemeriksaan yang dilakukan terhadap laporan keuangan suatu entitas. Tabel ini mencakup definisi, tujuan, tingkat keyakinan, prosedur, ruang lingkup, biaya, serta contoh masing-masing. Dengan penjelasan yang mendalam, diharapkan pembaca dapat memahami perbedaan mendasar antara audit dan review.

Aspek Audit Review
Definisi Audit adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi suatu entitas untuk memberikan opini yang independen tentang kewajaran penyajian laporan keuangan. Review adalah pemeriksaan terbatas terhadap laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan keyakinan yang lebih rendah dibandingkan audit, biasanya dilakukan untuk menilai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
Tujuan – Tujuan utama audit adalah untuk memberikan keyakinan yang tinggi bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
– Memberikan opini auditor tentang kewajaran laporan keuangan.
– Tujuan utama review adalah untuk memberikan keyakinan yang moderat bahwa laporan keuangan tidak mengandung salah saji material.
– Menyediakan analisis dan rekomendasi untuk perbaikan.
Tingkat Keyakinan – Audit memberikan tingkat keyakinan yang tinggi (reasonable assurance) kepada pengguna laporan keuangan.
– Opini auditor bersifat positif dan dapat diandalkan.
– Review memberikan tingkat keyakinan yang lebih rendah (limited assurance) dibandingkan audit.
– Tidak memberikan opini positif, tetapi menyatakan bahwa tidak ada hal yang perlu diperhatikan.
Prosedur – Prosedur audit meliputi pengujian substantif, pengujian kepatuhan, dan analisis risiko.
– Auditor melakukan verifikasi dan pengujian terhadap transaksi dan saldo akun.
– Prosedur review meliputi analisis data, wawancara dengan manajemen, dan penelaahan dokumen.
– Tidak ada pengujian substantif yang mendalam seperti dalam audit.
Ruang Lingkup – Ruang lingkup audit lebih luas dan mencakup semua aspek laporan keuangan serta sistem pengendalian internal.
– Melibatkan penilaian risiko dan pengujian yang lebih mendalam.
– Ruang lingkup review lebih terbatas, biasanya hanya mencakup analisis laporan keuangan dan diskusi dengan manajemen.
– Tidak mencakup pengujian sistem pengendalian internal secara mendalam.
Biaya – Biaya audit biasanya lebih tinggi karena prosedur yang lebih kompleks dan waktu yang lebih lama yang diperlukan untuk menyelesaikannya. – Biaya review biasanya lebih rendah dibandingkan audit karena prosedur yang lebih sederhana dan waktu yang lebih singkat.
Contoh – Contoh audit:
– Audit tahunan laporan keuangan perusahaan oleh auditor eksternal untuk memberikan opini tentang kewajaran laporan.
– Contoh review:
– Review triwulanan laporan keuangan oleh akuntan publik untuk memastikan bahwa laporan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Penjelasan Tambahan

  1. Definisi: Audit adalah pemeriksaan menyeluruh untuk memberikan opini independen, sedangkan review adalah pemeriksaan terbatas untuk memberikan keyakinan moderat.
  2. Tujuan: Audit bertujuan untuk memberikan keyakinan tinggi, sedangkan review bertujuan untuk memberikan keyakinan yang lebih rendah.
  3. Tingkat Keyakinan: Audit memberikan keyakinan yang tinggi, sedangkan review memberikan keyakinan yang lebih rendah.
  4. Prosedur: Prosedur audit melibatkan pengujian substantif dan kepatuhan, sedangkan prosedur review melibatkan analisis dan wawancara.
  5. Ruang Lingkup: Audit memiliki ruang lingkup yang lebih luas, sedangkan review memiliki ruang lingkup yang lebih terbatas.
  6. Biaya: Biaya audit lebih tinggi karena kompleksitasnya, sedangkan biaya review lebih rendah karena prosedurnya yang lebih sederhana.
  7. Contoh: Contoh audit termasuk audit tahunan, sedangkan contoh review termasuk review triwulanan laporan keuangan.

Dengan tabel dan penjelasan di atas, diharapkan pembaca dapat memahami perbedaan yang signifikan antara audit dan review, serta bagaimana masing-masing berfungsi dalam konteks pemeriksaan laporan keuangan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, audit dan tinjauan merupakan proses penting dalam bidang pelaporan keuangan dan layanan jaminan, yang masing-masing memiliki tujuan berbeda dan memberikan tingkat jaminan yang berbeda. Audit adalah pemeriksaan komprehensif yang menawarkan tingkat jaminan yang tinggi mengenai keakuratan dan keandalan laporan keuangan, sedangkan tinjauan adalah proses yang kurang ekstensif yang memberikan jaminan terbatas. Memahami perbedaan antara audit dan tinjauan sangat penting bagi organisasi, pemangku kepentingan, dan profesional keuangan, karena hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang tepat mengenai pelaporan keuangan, kepatuhan, dan manajemen risiko. Dengan mengenali peran unik audit dan tinjauan, organisasi dapat meningkatkan transparansi keuangan mereka dan membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan jangka panjang mereka.

Updated: 31/08/2025 — 20:20