Sebab Biologis Telinga Berdenging: Mekanisme, Faktor Penyebab, dan Ilustrasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Telinga berdenging, atau dalam istilah medis disebut tinnitus, adalah kondisi di mana seseorang mendengar suara berdenging, berdengung, atau mendesis tanpa adanya sumber suara eksternal. Fenomena ini bisa terjadi sesaat atau dalam jangka waktu yang lebih lama, dan dapat dialami oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam banyak kasus, tinnitus disebabkan oleh faktor biologis yang berkaitan dengan fungsi telinga, saraf pendengaran, dan otak. Meskipun sering kali tidak berbahaya, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam penyebab biologis telinga berdenging, bagaimana mekanismenya terjadi, serta memberikan contoh ilustratif untuk membantu pemahaman tentang fenomena ini.


Mekanisme Biologis Telinga Berdenging

Telinga manusia bekerja dengan cara menangkap gelombang suara dari lingkungan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak melalui saraf auditori. Otak kemudian menginterpretasikan sinyal ini sebagai suara yang kita dengar.

Namun, dalam beberapa kondisi, sistem pendengaran dapat mengalami gangguan dalam transmisi sinyal, yang menyebabkan seseorang mendengar suara berdenging atau bunyi lainnya meskipun tidak ada sumber suara eksternal.

Bagaimana Tinnitus Terjadi?

  1. Kerusakan Sel Rambut di Koklea

    • Di dalam telinga bagian dalam (koklea), terdapat ribuan sel rambut kecil yang berfungsi menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Jika sel rambut ini mengalami kerusakan atau kelelahan, mereka dapat mengirimkan sinyal listrik yang salah ke otak, yang kemudian diterjemahkan sebagai suara berdenging.
  2. Gangguan Saraf Auditori

    • Saraf pendengaran bertugas mengirimkan informasi suara dari telinga ke otak. Jika saraf ini mengalami inflamasi, tekanan, atau kerusakan, sinyal suara bisa menjadi kacau dan menyebabkan tinnitus.
  3. Gangguan di Pusat Pendengaran Otak

    • Terkadang, bukan telinga yang bermasalah, tetapi otak bagian pusat pendengaran yang mengalami malfungsi dalam memproses sinyal suara, sehingga menciptakan ilusi suara yang sebenarnya tidak ada.

Contoh Ilustratif

Bayangkan Anda memiliki radio tua yang terkadang menghasilkan suara “mendesis” meskipun tidak ada sinyal radio yang ditangkap. Ini mirip dengan cara telinga berdenging saat ada gangguan dalam sistem pendengaran, di mana otak “mengira” ada suara meskipun sebenarnya tidak ada.


Penyebab Biologis Telinga Berdenging

Ada beberapa faktor biologis yang dapat menyebabkan telinga berdenging, mulai dari paparan suara keras hingga gangguan pada pembuluh darah di sekitar telinga. Berikut adalah beberapa penyebab utama:

1. Paparan Suara Keras

Paparan suara keras, terutama dalam waktu yang lama, dapat merusak sel rambut di dalam telinga dan menyebabkan tinnitus.

Contoh Ilustratif

Seorang musisi yang sering tampil di konser dengan volume suara tinggi dapat mengalami telinga berdenging setelah pertunjukan. Ini terjadi karena sel rambut di telinga bagian dalam mengalami kelelahan akibat getaran suara yang kuat.


2. Penuaan dan Gangguan Pendengaran

Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami penurunan fungsi pendengaran akibat degenerasi sel-sel rambut di koklea. Ini sering dikaitkan dengan tinnitus kronis.

Contoh Ilustratif

Seorang pria berusia 65 tahun mulai mengalami kesulitan mendengar percakapan dalam suasana bising dan sering mendengar suara dengingan. Ini merupakan tanda presbikusis, yaitu gangguan pendengaran terkait usia yang dapat memicu tinnitus.


3. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)

Serumen atau kotoran telinga yang menumpuk bisa menghalangi gelombang suara masuk ke telinga bagian dalam, menyebabkan gangguan dalam transmisi suara dan menimbulkan sensasi berdenging.

Contoh Ilustratif

Seseorang yang jarang membersihkan telinganya mulai merasa telinganya tertutup dan mendengar suara berdenging samar. Setelah kotoran telinganya dibersihkan, tinnitus pun menghilang.


4. Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Pembuluh Darah

Pembuluh darah yang menyempit atau tekanan darah tinggi bisa menyebabkan aliran darah yang tidak normal di dekat telinga, menghasilkan bunyi dengingan ritmis yang disebut tinnitus pulsatif.

Contoh Ilustratif

Seseorang dengan tekanan darah tinggi mendengar suara berdetak di telinganya setiap kali berbaring. Ini terjadi karena pembuluh darah di dekat telinga mengalami tekanan yang lebih tinggi dari biasanya.


5. Efek Samping Obat-Obatan

Beberapa obat, terutama antibiotik tertentu, obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), dan obat kemoterapi, diketahui dapat merusak telinga bagian dalam dan menyebabkan tinnitus sebagai efek samping.

Contoh Ilustratif

Seorang pasien yang menjalani pengobatan dengan antibiotik dosis tinggi mulai mengalami telinga berdenging setelah beberapa hari. Setelah obatnya dihentikan, tinnitus pun berkurang secara bertahap.


6. Stres dan Gangguan Saraf

Stres berlebihan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, termasuk pusat pendengaran di otak, sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap suara dan memicu tinnitus.

Contoh Ilustratif

Seorang mahasiswa yang sedang menghadapi ujian akhir mulai mengalami telinga berdenging akibat stres tinggi. Setelah ujian selesai dan ia mulai lebih rileks, suara berdenging itu berangsur menghilang.


7. Cedera Kepala atau Leher

Cedera pada kepala atau leher dapat merusak saraf pendengaran atau sirkulasi darah ke telinga, yang dapat menyebabkan tinnitus.

Contoh Ilustratif

Seorang atlet yang mengalami benturan keras di kepala saat bermain sepak bola mulai mendengar dengingan terus-menerus di telinga sebelah kiri. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya cedera saraf auditori akibat benturan.


Bagaimana Cara Mengatasi Telinga Berdenging?

Meskipun tinnitus sering kali tidak berbahaya, dalam beberapa kasus, perlu dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebabnya. Beberapa cara untuk mengurangi gejala tinnitus meliputi:

  1. Menghindari paparan suara keras dengan menggunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising.
  2. Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
  3. Menjaga tekanan darah tetap stabil dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.
  4. Menghindari obat yang berpotensi menyebabkan tinnitus, terutama jika mengalami gejala setelah mengonsumsi obat tertentu.
  5. Melakukan pemeriksaan telinga secara rutin untuk memastikan tidak ada penumpukan serumen atau gangguan lain yang dapat menyebabkan tinnitus.

Kesimpulan

Telinga berdenging atau tinnitus adalah kondisi di mana seseorang mendengar suara tanpa adanya sumber suara eksternal. Fenomena ini dapat terjadi karena berbagai sebab biologis, seperti kerusakan sel rambut di telinga bagian dalam, gangguan saraf pendengaran, tekanan darah tinggi, atau efek samping obat-obatan.

Memahami mekanisme dan penyebab tinnitus dapat membantu kita mengenali kondisi ini dan mengambil langkah yang tepat untuk mengelolanya. Jika tinnitus berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.