7 Perbedaan Penting Mollusca dan Echinodermata yang Wajib Diketahui

Mollusca (hewan bertubuh lunak seperti siput, kerang, dan gurita) dan Echinodermata (hewan berduri seperti bintang laut, bulu babi, dan teripang) sama-sama termasuk kelompok hewan yang hidup di laut, tetapi mereka sangat berbeda dalam bentuk tubuh, cara hidup, dan struktur internal. Mempelajari perbedaan kedua filum ini membantu kita memahami keanekaragaman hewan laut dan bagaimana masing-masing beradaptasi dengan lingkungan mereka.

Mollusca umumnya memiliki tubuh lunak yang sering dilindungi oleh cangkang keras dari kalsium karbonat (meskipun ada yang kehilangan cangkang seperti gurita). Mereka punya organ bernama radula (semacam alat pengikis mirip lidah) untuk makan, dan sistem tubuh yang sudah lebih kompleks seperti sistem pencernaan dan peredaran darah pada beberapa kelas. Bentuk tubuh mollusca juga bervariasi — ada yang bertubuh satu cangkang (gastropoda), dua cangkang (bivalvia), atau bercabang dengan tentakel (cephalopoda).

Echinodermata berbeda karena memiliki simetri radial (bagian tubuh tersusun melingkar, biasanya lima lengan atau lebih) dan kulit yang bersisik berduri dari kalsium karbonat. Mereka punya sistem unik bernama sistem ambulakral atau sistem vaskular air untuk bergerak dan menangkap makanan, bukan otot dan alat gerak seperti pada mollusca. Selain itu, echinodermata umumnya memiliki kemampuan regenerasi (misalnya, memulihkan lengan yang putus), dan struktur tubuh serta cara hidup mereka menunjukkan adaptasi yang khas untuk lingkungan dasar laut.

Tabel Perbedaan Antara Mollusca Dan Echinodermata

Aspek Mollusca Echinodermata
Definisi Mollusca adalah filum hewan invertebrata yang memiliki tubuh lunak, sering kali dilindungi oleh cangkang. Echinodermata adalah filum hewan invertebrata yang memiliki simetri radial dan kulit berduri.
Contoh Spesies Siput (Gastropoda), Kerang (Bivalvia), Gurita (Cephalopoda), Nautilus. Bintang laut (Asteroidea), Teripang (Holothuroidea), Landak laut (Echinoidea), Bulu babi (Ophiuroidea).
Morfologi Tubuh terdiri dari tiga bagian utama: kepala, massa viseral, dan kaki. Cangkang dapat ada atau tidak ada. Tubuh terdiri dari lima lengan atau lebih, dengan sistem vaskular air dan dermal.
Sistem Sirkulasi Umumnya memiliki sistem sirkulasi terbuka, kecuali pada cephalopoda yang memiliki sistem sirkulasi tertutup. Memiliki sistem sirkulasi yang sederhana, dengan cairan interstitial yang berfungsi dalam transportasi.
Sistem Pencernaan Memiliki sistem pencernaan lengkap dengan mulut, usus, dan anus. Beberapa memiliki radula untuk mengikis makanan. Memiliki sistem pencernaan yang lebih sederhana, dengan mulut di bagian bawah dan anus di bagian atas (pada beberapa spesies).
Sistem Saraf Sistem saraf yang lebih kompleks, dengan otak yang terorganisir dan saraf yang menyebar ke seluruh tubuh. Sistem saraf yang lebih sederhana, dengan jaringan saraf yang terdistribusi dan tidak terpusat.
Reproduksi Dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Banyak spesies memiliki fase larva planktonik. Umumnya bereproduksi secara seksual, tetapi beberapa dapat bereproduksi secara aseksual melalui regenerasi.
Habitat Dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk laut, air tawar, dan darat. Sebagian besar spesies hidup di lingkungan laut, terutama di dasar laut.
Sistem Pergerakan Menggunakan otot pada kaki untuk bergerak, beberapa spesies seperti gurita menggunakan jet propulsion. Menggunakan lengan untuk bergerak, dengan bantuan sistem vaskular air untuk menggerakkan lengan.
Sistem Respirasi Menggunakan insang atau permukaan tubuh untuk respirasi. Menggunakan papula (proyeksi kulit) atau insang untuk respirasi.
Sistem Ekskresi Memiliki nefridia untuk mengeluarkan limbah. Menggunakan sistem ekskresi yang sederhana, dengan limbah dikeluarkan melalui celah di kulit.
Simetri Tubuh Umumnya memiliki simetri bilateral, meskipun beberapa spesies menunjukkan simetri radial. Memiliki simetri radial, biasanya dengan lima lengan atau lebih.
Peran Ekologis Berperan penting dalam ekosistem sebagai herbivora, karnivora, dan detritivora. Berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, sebagai predator dan pemakan detritus.
Ciri Khas Memiliki cangkang (pada banyak spesies), radula, dan kaki yang kuat. Memiliki kulit berduri, kemampuan regenerasi yang tinggi, dan sistem vaskular air.

Penjelasan Tambahan

  1. Mollusca: Filum ini sangat beragam dan mencakup lebih dari 85.000 spesies yang telah diidentifikasi. Mollusca memiliki berbagai adaptasi yang memungkinkan mereka untuk hidup di berbagai habitat. Misalnya, gastropoda seperti siput dapat ditemukan di darat, sementara bivalvia seperti kerang hidup di lingkungan akuatik. Cephalopoda, seperti gurita dan cumi-cumi, dikenal karena kecerdasan dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka.
  2. Echinodermata: Echinodermata adalah kelompok hewan yang unik dengan simetri radial yang jelas, yang berbeda dari simetri bilateral yang ditemukan pada banyak hewan lainnya. Mereka memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk memulihkan bagian tubuh yang hilang. Echinodermata juga memiliki sistem vaskular air yang berfungsi dalam pergerakan dan pengambilan makanan, serta dalam respirasi.
  3. Peran Ekologis: Kedua filum ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka. Mollusca, sebagai herbivora dan karnivora, membantu mengontrol populasi alga dan hewan kecil lainnya. Echinodermata, di sisi lain, berfungsi sebagai predator dan pemakan detritus, membantu mendaur ulang nutrisi di dasar laut.
  4. Adaptasi dan Evolusi: Mollusca dan Echinodermata telah berevolusi selama jutaan tahun untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka. Adaptasi ini mencakup berbagai bentuk tubuh, metode reproduksi, dan strategi bertahan hidup yang memungkinkan mereka untuk mengisi berbagai niche ekologis.

Dengan tabel dan penjelasan di atas, diharapkan pembaca dapat memahami perbedaan mendasar antara Mollusca dan Echinodermata, serta pentingnya kedua filum ini dalam ekosistem dan evolusi hewan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau jika Anda ingin mendalami aspek tertentu dari kedua filum ini, jangan ragu untuk bertanya!

Perbedaan Mollusca dan Echinodermata

Dua filum besar dalam dunia hewan invertebrata yang sering menjadi bahan pembahasan dalam biologi adalah Mollusca dan Echinodermata. Keduanya memang sama-sama tidak memiliki tulang belakang, tetapi jika diteliti lebih dalam, mereka memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Mollusca dikenal sebagai hewan bertubuh lunak, sedangkan Echinodermata lebih mudah dikenali dari tubuhnya yang memiliki duri.

Menariknya, keduanya memiliki habitat yang sebagian besar berada di laut, meskipun ada juga spesies Mollusca yang hidup di darat. Untuk memahami perbedaan keduanya, mari kita bahas dari berbagai aspek seperti morfologi, struktur tubuh, sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem saraf, hingga cara reproduksi.


Ciri Morfologi dan Bentuk Tubuh

Mollusca merupakan hewan dengan tubuh lunak yang biasanya dilindungi oleh cangkang. Contoh paling populer adalah siput, kerang, dan cumi-cumi. Tubuh Mollusca dapat dibagi menjadi tiga bagian utama: kaki (untuk bergerak atau menempel), massa viseral (yang berisi organ-organ penting), dan mantel (penghasil cangkang). Bentuk tubuhnya bilateral simetris, artinya sisi kanan dan kiri tubuhnya seimbang.

Sementara itu, Echinodermata memiliki tubuh yang unik karena simetri tubuhnya radial, terutama saat dewasa. Hewan ini identik dengan kulit berduri, misalnya bintang laut, bulu babi, dan teripang. Tubuh mereka dilengkapi sistem ambulakral atau sistem pembuluh air yang berfungsi untuk pergerakan dan pernapasan. Dari segi penampilan, Echinodermata terlihat kaku karena rangka dalamnya terbuat dari zat kapur.


Sistem Pencernaan dan Peredaran Darah

Sistem pencernaan Mollusca umumnya lengkap, mulai dari mulut hingga anus. Mereka memiliki radula (lidah bergigi kecil) untuk mengikis makanan, kecuali pada kelompok bivalvia seperti kerang. Sistem peredaran darahnya bisa terbuka maupun tertutup. Misalnya, siput memiliki sistem peredaran terbuka, sedangkan cumi-cumi memiliki sistem peredaran tertutup yang lebih efisien untuk mendukung gaya hidupnya yang aktif.

Sebaliknya, Echinodermata juga memiliki sistem pencernaan yang lengkap, tetapi beberapa spesies seperti bintang laut dapat mengeluarkan bagian lambungnya keluar tubuh untuk mencerna mangsanya secara eksternal. Sistem peredaran darahnya tidak sekompleks Mollusca karena digantikan oleh sistem pembuluh air. Sistem ini bukan hanya untuk sirkulasi cairan, tetapi juga membantu pergerakan, respirasi, hingga pengangkutan nutrisi.


Sistem Saraf dan Indera

Pada Mollusca, sistem sarafnya bervariasi tergantung kelompoknya. Pada hewan sederhana seperti kerang, sistem saraf masih sederhana, hanya berupa simpul saraf. Namun, pada cumi-cumi atau gurita, sistem saraf sangat berkembang dengan otak besar dan mata yang kompleks, sehingga mereka termasuk hewan invertebrata paling cerdas.

Sedangkan pada Echinodermata, sistem sarafnya jauh lebih sederhana. Mereka tidak memiliki otak, melainkan hanya cincin saraf yang mengelilingi mulut dan cabang saraf yang menyebar ke lengan atau bagian tubuh lainnya. Indera mereka juga terbatas, hanya mampu merasakan cahaya, sentuhan, dan bahan kimia di lingkungannya.


Reproduksi dan Perkembangan

Mollusca berkembang biak secara seksual dengan fertilisasi eksternal maupun internal, tergantung spesiesnya. Beberapa Mollusca bersifat dioseus (jantan dan betina terpisah), sementara ada juga yang hermafrodit. Tahap larva yang paling dikenal adalah trocophore dan veliger.

Echinodermata juga berkembang biak secara seksual, dengan pembuahan eksternal di air laut. Mereka memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa; misalnya bintang laut bisa menumbuhkan kembali lengannya yang putus, bahkan bisa membentuk individu baru jika potongan tubuhnya cukup besar. Tahap larvanya disebut bipinnaria dan brachiolaria, yang memiliki simetri bilateral sebelum berubah menjadi simetri radial saat dewasa.


Habitat dan Peranan Ekologis

Mollusca memiliki habitat yang sangat luas, mulai dari laut, air tawar, hingga darat. Mereka berperan penting dalam rantai makanan, baik sebagai konsumen maupun produsen dalam bentuk cangkang yang kaya kalsium. Selain itu, beberapa spesies Mollusca juga bernilai ekonomi tinggi, seperti kerang mutiara, cumi-cumi, dan siput laut.

Echinodermata seluruhnya hidup di laut, biasanya menempel di dasar laut atau bersembunyi di pasir. Mereka berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, misalnya bintang laut yang mengontrol populasi kerang. Teripang juga berfungsi sebagai pengurai organik di dasar laut. Namun, ada juga yang dianggap merugikan, seperti wabah bintang laut mahkota duri yang bisa merusak terumbu karang.


Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan Mollusca dan Echinodermata sangat jelas dari berbagai aspek. Mollusca bertubuh lunak, simetri bilateral, dan memiliki variasi sistem saraf yang bisa sederhana hingga kompleks. Sebaliknya, Echinodermata bertubuh berduri, simetri radial, tanpa otak, dan mengandalkan sistem pembuluh air untuk peredaran tubuhnya.

Keduanya sama-sama penting dalam ekosistem, baik darat maupun laut. Mengetahui perbedaan keduanya bukan hanya membantu dalam memahami keragaman hewan invertebrata, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan masing-masing.